Padangpanjang — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melaksanakan kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan mahasiswa peserta KKN Kolaborasi bersama Universitas Bengkulu (UNIB) pada Rabu, 11 Juni 2026, di Ruang Pertemuan LPPM ISI Padangpanjang. Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum keberangkatan 13 mahasiswa delegasi ISI Padangpanjang yang akan melaksanakan KKN di wilayah mitra UNIB Bengkulu.
Pembekalan diinisiasi oleh Koordinator KKN ISI Padangpanjang, Susandrajaya, S.Sn., M.Sn., yang menyampaikan materi teknis mengenai pelaksanaan KKN Kolaborasi, mekanisme koordinasi di lapangan, serta strategi penyesuaian diri mahasiswa di lingkungan sosial dan budaya yang baru. Materi tersebut diberikan untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan administratif, akademik, dan sosial sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
Selain aspek teknis, pembekalan juga menghadirkan penguatan etika dan tata cara berinteraksi dengan masyarakat. Sekretaris LPPM ISI Padangpanjang, Ranelis, S.Sn., M.Sn., menekankan pentingnya sikap profesional, penghormatan terhadap adat dan budaya setempat, serta kemampuan mahasiswa seni dalam mengimplementasikan kompetensi seni budaya secara kontekstual di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menjalankan program dengan etika yang baik, menjaga komunikasi dengan pemerintah desa/kelurahan maupun masyarakat, serta menampilkan kompetensi seni budaya secara tepat dan bermanfaat,” tegas Ranelis dalam sesi penguatan pembekalan.
Program KKN Kolaborasi ISI Padangpanjang–UNIB Bengkulu merupakan realisasi nota kesepahaman (MoU) antara Rektor ISI Padangpanjang dan Rektor UNIB Bengkulu dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui skema kolaborasi ini, kedua perguruan tinggi mendorong pertukaran pengalaman pengabdian masyarakat, penguatan jejaring akademik, dan perluasan dampak program pengabdian lintas daerah.
Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., yang hadir pada kegiatan tersebut, memberikan arahan khusus kepada para peserta KKN agar menjaga nama baik dan marwah institusi selama menjalankan program di Bengkulu.
“KKN kolaborasi ini bukan sekadar penugasan akademik, tetapi juga menjadi ruang representasi institusi. Mahasiswa membawa identitas ISI Padangpanjang dan diharapkan mampu menunjukkan sikap, kompetensi, dan karya yang mencerminkan kualitas kampus,” ujar Dr. Febri Yulika.
Ia juga menambahkan bahwa program kolaborasi ini merupakan salah satu strategi memperluas jejaring dan memperkenalkan ISI Padangpanjang di Bengkulu melalui aktivitas pengabdian yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Rektor secara resmi melepas 13 mahasiswa delegasi ISI Padangpanjang yang dijadwalkan diberangkatkan menuju lokasi KKN pada 27 Juni 2026. Pelepasan tersebut menandai dimulainya keterlibatan mahasiswa ISI Padangpanjang dalam program pengabdian lintas perguruan tinggi yang mengintegrasikan kompetensi seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pembekalan dan pelepasan ini, LPPM ISI Padangpanjang berharap para mahasiswa mampu menjalankan KKN Kolaborasi dengan adaptif, beretika, dan produktif, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi seni dalam pengembangan masyarakat berbasis budaya dan kreativitas di Bengkulu.







