KKN Tak Berhenti di Desa, Ribuan Inovasi Mahasiswa Unhas Siap Dikembangkan

Kampus Kita

19 September 2026 | 23.00 WIB

KKN Tak Berhenti di Desa, Ribuan Inovasi Mahasiswa Unhas Siap Dikembangkan

MAKASSAR — Dari persoalan yang ditemui di tengah masyarakat, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan ribuan produk dan inovasi selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116. Sebagian bahkan telah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan akan terus dikembangkan setelah program KKN berakhir.

Beragam hasil tersebut ditampilkan dalam Expo KKN Gelombang 116 di GOR JK Arenatorium Unhas, Makassar, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil kerja 5.062 mahasiswa yang menjalankan KKN di berbagai wilayah.

Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan masyarakat, kemudian merancang alternatif solusi dalam bentuk produk, teknologi, maupun inovasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan hasil KKN perlu diarahkan agar memiliki manfaat sekaligus nilai tambah yang lebih besar

“Mahasiswa turun ke masyarakat untuk mencari persoalan dan masalahnya. Kemudian mahasiswa memberikan alternatif penyelesaian. Solusi-solusi itu bagaimana mengangkat value dari hasil kegiatan KKN,” ujarnya.

KKN Gelombang 116 menghasilkan 1.817 produk berbasis usaha dan industri, 1.449 teknologi tepat guna, 1.368 produk inovasi lainnya, serta 428 produk seni dan budaya yang dikembangkan bersama masyarakat.

Namun, tidak seluruh hasil tersebut dibawa ke lokasi expo. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr. Ir. Sulaeha Thamrin, menjelaskan bahwa sejumlah produk tetap berada di lokasi KKN karena telah digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat

“Tidak bisa dipajang semua. Ada beberapa produk yang diminta untuk tinggal di tempat KKN karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Unhas juga mendorong agar produk potensial tidak berhenti sebagai luaran kegiatan. Melalui kolaborasi dengan bidang inovasi dan pengembangan usaha, sejumlah produk akan diprioritaskan untuk mendapatkan pendampingan lanjutan.

Pendampingan dapat mencakup pengembangan produk dan usaha, pembentukan spin-off, hingga pemenuhan aspek legalitas seperti merek, perizinan, dan sertifikasi yang dibutuhkan. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang agar inovasi mahasiswa dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Sulaeha, perkembangan teknologi dan akses informasi juga membuat inovasi mahasiswa semakin beragam serta mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.

Melalui pendekatan tersebut, KKN tidak hanya menjadi ruang belajar mahasiswa di luar kampus. Lebih dari itu, persoalan masyarakat menjadi titik awal lahirnya solusi, sementara pendampingan berkelanjutan menjadi jalan agar manfaatnya tetap hidup setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Copywriter : Andi Muhammad Syafrizal
Editor : Ishaq Rahman

dikti

DiktisaintekBerdampak

KKN

Unhas

/

5

Ulas Sekarang