gedung-dikti

Visi & Misi Kemdiktisaintek 2025-2029

Visi

Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Misi

  1. Mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas, relevan, dan berdaya saing sebagai upaya untuk mendukung transformasi ekonomi.
  2. Mewujudkan riset, pengembangan, sains, teknologi, dan inovasi yang berdampak dan menjawab kebutuhan masyarakat untuk mendukung transformasi ekonomi dan transformasi sosial.
  3. Mewujudkan tata kelola Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi berintegritas untuk membantu mewujudkan transformasi tata Kelola.

Tugas dan Fungsi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sesuai tugas dan fungsinya dalam Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2024, antara lain:

A. TUGAS

Kementerian mempunyai tugas menyelenggarakan suburusan pemerintahan pendidikan tinggi yang merupakan lingkup urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan urusan pemerintahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

B. FUNGSI

  1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan tinggi;
  2. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi;
  3. Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi;
  4. Pelaksanaan kebijakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi;
  5. Pelaksanaan fasilitasi dosen dan tenaga kependidikan dan penyelenggaraan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi;
  6. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian;
  7. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian;
  8. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian;
  9. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur di lingkungan Kementerian; dan
  10. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkomitmen untuk terus berinovasi, memperluas akses dan relevansi pendidikan tinggi, dan memperkuat pemanfaatan dan penguasaan sains serta teknologi untuk meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat Indonesia.
bagan-struktur-organisasi-kemdiktisaintek

Menteri

Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Brian Yuliarto

Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., adalah seorang akademisi, peneliti, dan pemimpin pendidikan tinggi yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sejak 19 Februari 2025. Dengan pengalaman luas di bidang riset, inovasi, dan manajemen institusi pendidikan tinggi, beliau memiliki visi untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia, meningkatkan ekosistem penelitian, serta mendorong hilirisasi teknologi berbasis inovasi.

Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1975, Prof. Brian menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (S.T. Teknik Fisika, 1999) dan melanjutkan studi di The University of Tokyo, Jepang, dengan meraih gelar M.Eng. (2002) serta Ph.D. (2005) dalam bidang Quantum Engineering and Systems Science. Kepakarannya dalam nanomaterial untuk aplikasi biosensor, energi, dan solar PV telah menjadikannya salah satu ilmuwan terkemuka di Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai Menteri, Prof. Brian memiliki rekam jejak panjang dalam manajemen pendidikan tinggi. Beliau dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi di Institut Teknologi Bandung (2025), di mana ia berperan dalam penguatan strategi riset dan kolaborasi internasional. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB (2020-2025), mengawal berbagai program akademik dan pengembangan kurikulum berbasis industri 4.0.

Selain itu, Prof. Brian pernah menjadi Kepala Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB (2018-2020), di mana ia mendorong berbagai penelitian unggulan yang berdampak luas. Dalam peran ini, ia berhasil membangun sinergi antara akademisi, sektor swasta, dan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi.

Secara karier personal, kolaborasi riset internasional juga telah dibangunnya dengan kuat dengan menjadi Visiting Professor di berbagai institusi ternama seperti University of Tsukuba, UC Berkeley, Queensland University, Nagoya University, dan KAUST.

Sebagai seorang peneliti, Prof. Brian telah menerbitkan lebih dari 343 makalah ilmiah yang terindeks Scopus dengan lebih dari 6043 sitasi dan H-index 40. Prestasinya diakui secara internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi. Salah satu pencapaian paling prestisius adalah Habibie Prize 2024 dalam bidang rekayasa, sebuah penghargaan yang dikenal sebagai simbol pencapaian tertinggi bagi ilmuwan dan insinyur di Indonesia. Selain itu, Prof. Brian juga dinobatkan sebagai Top 1 Researcher Nanoscience & Nanotechnology Indonesia.

Pengakuan lain datang dari ITB yang menobatkannya sebagai Dosen Berprestasi Bidang Sains dan Teknologi pada tahun 2017 dan Peneliti Terbaik ITB 2021. Lebih jauh, ia juga tercatat dalam daftar The World's Top 2% Scientist oleh Stanford University selama tiga tahun berturut-turut (2022, 2023, 2024), menegaskan reputasinya sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia

minister

Wakil Menteri

Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Prof. Dr. Fauzan, M.Pd merupakan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelahiran Kediri, Jawa Timur. Fauzan memperoleh gelar Sarjana dari UMM pada tahun 1988 dan melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Malang pada tahun 2005. Selanjutnya, ia meraih gelar Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2018.

Fauzan mengawali kariernya sebagai Kepala Biro Administrasi Umum di UMM, lalu pada tahun 2012 terpilih menjadi Dekan Fakultas Pendidikan UMM. Pada tahun 2016, Fauzan diamanahi tanggung jawab sebagai Rektor UMM selama dua periode hingga 2024. Di era kepemimpinannya, ia berhasil mencapai target rekognisi internasional dengan memperbanyak prestasi dan kerja sama di tingkat internasional.

Selama menjabat sebagai rektor, Fauzan juga menggagas beberapa program, yakni; Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) sebagai pemberdayaan akademis untuk terjun langsung ke masyarakat terutama di pedesaan untuk memberikan pendampingan di berbagai bidang.

Selain itu, Fauzan juga menginisiasi pembentukan Center of Excellence (CoE) dan Center for Future Work (CFW) sebagai jembatan antara mahasiswa dan industri. Dari program tersebut, Fauzan diangkat menjadi guru besar bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia UMM pada Mei 2023.

Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Prof. Stella Christie, Ph.D.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Prof. Stella Christie, Ph.D. adalah akademisi ilmu kognitif kelahiran Medan pada tanggal 11 Januari 1979. Ia merupakan alumni dari dua universitas ternama di dunia yaitu Harvard University dan Northwestern University.

Sejak masa remaja, ia telah berhasil menorehkan prestasi akademiknya dengan mendapatkan berbagai beasiswa bergengsi, seperti Beasiswa ASEAN dari Pemerintah Singapura dan United World College untuk melanjutkan pendidikannya di Nordic United World College, Norwegia.

Stella melanjutkan program sarjananya dengan beasiswa penuh di bidang psikologi Harvard University dan lulus dengan predikat Magna Cumlaude dengan Highest Honors pada tahun 2004. Selanjutnya, ia menempuh studi doktor pada bidang psikologi kognitif dan resmi memperoleh gelar Ph.D pada tahun 2010.

Setelah menamatkan studi doktornya, Stella melanjutkan pendidikan dengan mengikuti program postdoctoral di University of British Columbia, Kanada, hingga tahun 2012. Ia kemudian menjadi asisten profesor di Swarthmore College, Pennsylvania, hingga tahun 2018. Di tengah jabatannya sebagai asisten profesor, ia juga menerima tawaran untuk menjadi profesor tamu di Stanford University selama setahun, sejak tahun 2015-2016.

Karier akademiknya terus berlanjut hingga kini, Stella menjadi guru besar di Tsinghua University, Beijing, Tiongkok, dan menjabat sebagai Direktur Child and Cognition Center sekaligus Ketua Penelitian Laboratorium Otak dan Kecerdasan dan Departemen Psikologi Tsinghua University sejak tahun 2018 lalu.

Selain mengejar ilmu dari berbagai universitas terbaik dunia, Stella Christie juga bergabung di organisasi ilmiah seperti Cognitive Science Society dan menghasilkan sejumlah penelitian karya ilmiah mengenai ilmu kognitif yang menjadi salah satu bentuk kontribusinya untuk Indonesia maupun global.

Prof. Stella Christie, Ph.D.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Pimpinan Tinggi Madya

Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D.

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek

Prof. Badri Munir Sukoco, SE, MBA, PhD adalah seorang pakar di bidang Manajemen Strategis. Beliau lahir di Lumajang pada 11 September 1978 dan saat ini menjabat sebagai Guru Besar dengan golongan IV/e (Pembina Utama).

Pendidikan Formal

- Ph.D. (Doctor of Philosophy) dalam bidang Organizational Strategic Management dari National Cheng Kung University, Taiwan pada tahun 2010.

- M.B.A. (Master of Business Administration) dalam bidang International Marketing Management dari National Cheng Kung University, Taiwan pada tahun 2006.

- S.E. (Sarjana Ekonomi) dalam bidang Manajemen dari Universitas Airlangga, Indonesia pada tahun 2001.

Pendidikan Non-Gelar & Sertifikasi

- Mengikuti Executive Course in Strategic Management and Leadership dari Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia pada tahun 2024 (Cohort 1).

- Menyelesaikan PPSA XXIV Lemhannas RI pada tahun 2023.

- Mengikuti program Effective Execution Strategy di Wharton School, University of Pennsylvania pada tahun 2019.

- Menerima Tahir Professorship dari Tahir Foundation pada tahun 2019.

Pengalaman Kerja Utama

- Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (September 2020 - 2025).

- Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Airlangga (Agustus 2015 - September 2020).

- Anggota Dewan Pengawas RS Dr. Soetomo (Juni 2021 - sekarang).

- Aktif dalam tim World Class University (WCU), baik sebagai Koordinator di Universitas Airlangga maupun sebagai anggota tim di tingkat Kementerian (Kemenristekdikti).

Kontribusi Akademik & Keanggotaan

- Publikasi: Memiliki 60 dokumen terindeks Scopus dengan H-index 20. Pada profil Google, beliau mencatatkan 4.698 sitasi dengan H-index 30. Beliau juga menulis 4 buku dan mempublikasikan 90 opini publik di media nasional terkemuka seperti Kompas, Jawa Pos, dll.

- Organisasi: Aktif dalam berbagai organisasi profesional internasional dan nasional, termasuk Academy of Management (USA), Academy of International Business (USA), Strategic Management Society (USA), dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D.

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek

Nur Syarifah, S.H., LL.M.

Plt. Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek

Nur Syarifah lahir pada 3 September 1968, memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada tahun 1991, kemudian melanjutkan studi Master of Laws (LL.M) di International Business Law, Leiden University, The Netherlands, dan lulus pada tahun 1999.

Nur Syarifah sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Biro Teknis dan Hupmas Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia serta sebagai anggota Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (Dewas BLU).

Saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Regulasi, dengan fokus pada pengembangan kebijakan dan penyusunan regulasi yang mendukung tata kelola kelembagaan dan pelayanan publik yang lebih baik.

Nur Syarifah, S.H., LL.M.

Plt. Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek

Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek

Khairul Munadi lahir di Seulimeum, 27 Agustus 1971. la merupakan lulusan sarjana dari Teknik Elektro ITS Surabaya di tahun 1996.

Ia pun meraih gelar S2 dan S3 di Tokyo Metropolitan University, Jepang. Khairul Munadi juga mempunyai prestasi di bidang pengolahan sinyal atau citra digital, dari tahun 2002 hingga 2007. Ia mengikuti postdoctoral di universitas yang sama hingga tahun 2008.

Khairul Munadi yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Pada tahun 1999 ia resmi menjadi dosen di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik USK. Khairul pun dikukuhkan menjadi guru besar bidang Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) pada 2020 lalu.

Khairul Munadi pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk United Kingdom (UK). Iapun menjabat sebagai Kepala UPT Mitigasi Bencana atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK.

Di tingkat nasional, Khairul Munadi juga aktif di berbagai forum. la menjadi Industry Relation Coordinator pada The Institute of Electrical and Electronics Engineers (EEE) Indonesia Section, Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) 2019-2021, Asesor BAN-PT, Wakil Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), dan juga pengurus Asosiasi Profesor Indonesia (API).

Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek

Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek

Fauzan Adziman adalah technopreneur pemasok komponen manufaktur aditif kelahiran Bandung, 22 Oktober 1979. Fauzan memperoleh gelar Sarjana dari ITB pada tahun 2003 dengan dukungan Beasiswa Orbit Ainun Habibie, Beasiswa Pikiran Rakyat, dan Beasiswa J. Ray McDermott.

Fauzan melanjutkan pendidikan masternya di Tokyo Institute of Technology dengan dukungan beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dan mendapatkan Miura Award di The Japan Society of Mechanical Engineers sebagai lulusan terbaik.

Selanjutnya, ia menempuh studi Doktor pada bidang Computational Engineering di Swansea University dan resmi mendapatkan gelar Ph.D pada tahun 2014 dengan beasiswa Zienkiewicz Ph.D Scholarship.

Setelah menyelesaikan studi Doktornya, Fauzan melanjutkan pendidikan postdoctoral di University of Oxford, Inggris dengan sponsor Engineering and Physical Science Research Council (EPSRC), Inggris dan menyabet penghargaan University of Oxford’s Excellence Award pada tahun 2017. Pada tahun yang sama, ia menjadi bagian dari asisten profesor di Institut Teknologi Bandung dan menggagas Global Forum for Indonesian Technopreneurs atau Global FIT.

Mengawali karier dari industri minyak dan gas bumi pada 2003-2011, kini Fauzan berfokus pada pengembangan perusahaan spin-out dari University of Oxford, Alloyed Ltd., sebagai co-founder sejak tahun 2017. Alloyed Ltd. merupakan perusahaan yang didirikan untuk mempercepat komersialisasi solusi manufaktur digital.

Selain itu, sejak 2020 Fauzan mendapat peran penting di University of Oxford sebagai Visiting Academic untuk Department of Materials dan Vice Director untuk Next Generation Tatara Co-Creation Centre atau NEXTA, pusat riset kolaborasi universitas-industri-pemerintah di bidang mesin jet dirgantara dan motor kendaraan listrik.

Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek

Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek

Ahmad Najib Burhani lahir di Blitar, 27 April 1976. Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) Aqidah dan Filsafat, UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta pada 1999, gelar M.A. in Islamic Studies, Universiteit Leiden di Belanda pada 2004, gelar M.Sc. in Social Research Methods & Statistics, University of Manchester di Inggris pada 2007, dan Pendidikan Ph.D pada Religious Studies, University of California, Santa Barbara (UCSB) di Amerika Serikat pada 2013.

Ia juga mengikuti beberapa Pelatihan Profesional seperti Scenario Planning, S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, dan Religion and Conflict Transformation, Drew University, New Jersey, Amerika Serikat pada 2006.

Ahmad Najib mengawali karirnya sebagai tenaga Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Penguji disertasi di Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Peneliti Madya Golongan IV/c, LIPI pada 2014, Peneliti Utama Golongan IV/d, LIPI 2016, Peneliti Utama Golongan IV/e, LIPI 2018, dan tahun 2020 sebagai Profesor Riset, Bidang Agama dan Tradisi Keagamaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, sekarang dilebur ke dalam BRIN).

Beberapa Organisasi Profesional yang ia ikuti antara lain American Academy of Religion, Middle East Studies Association, Association of Asian Studies, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).

Prestasi dan penghargaan bergengsi yang ia peroleh antara lain 75 Ikon Prestasi Pancasila Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) (2020), 100 Tokoh Terkemuka Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2020), Peneliti Terbaik LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (2020), Satyalancana Karya Satya X Tahun, Presiden Republik Indonesia (2015), Professor Charles Wendell Memorial Award, University of California, Santa Barbara (2013).

Dengan total karya ilmiah sebanyak 69 karya ilmiah (42 dalam bahasa Inggris), meliputi buku, jurnal, entri ensiklopedia, dan artikel ilmiah populer. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Dilema Minoritas di Indonesia (2020).

Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek

Nur Syarifah, S.H., LL.M.

Staf Ahli Bidang Regulasi

Nur Syarifah lahir pada 3 September 1968, memperoleh gelar Sarjana hukum Fakultas hukum Universitas Diponegoro pada tahun 1991, kemudian melanjutkan Master of Laws (LL.M) di International Business Law Leiden University, The Netherlands dan lulus tahun 1999.

Nur Syarifah sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Biro Teknis dan Hupmas, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia dan Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (Dewas BLU).

Nur Syarifah, S.H., LL.M.

Staf Ahli Bidang Regulasi

Dr. Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.Si.

Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek

Muhammad Hasan Chabibie merupakan seorang santri yang kerap disapa Gus Hasan Chabibie. Ia merupakan alumni Universitas Diponegoro program studi Teknik Elektro tahun 2005. Kemudian menempuh S2 di Program Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia pada 2012, dan terakhir menempuh pendidikan S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan lulus pada tahun 2021.

Ia mengawali karir sebagai Anggota Dewan TIK Nasional (Wantiknas) 2014, bergabung dengan keluarga besar Kemendikbud pada 2015 sebagai Kepala Subbidang Pengkajian dan Perancangan, Bidang Pengembangan Jejaring, Pustekkom, Kepala Bidang Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Berbasis Multimedia dan Web, Pustekkom, Kemendikbud, dan terus naik k ebeberapa jabatan seperti Ketua Tim Pusat Keamanan Sistem Jaringan Kemendikbud, Ketua Tim Pelaksana Satuan Tugas Jejaring Pendidikan Nasional, Sekretaris Komite Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemendikbud, Koordinator Substansi Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Pusdatin dan sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek pada tahun 2020. Kemudian dirinya juga menjadi Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek pada tahun 2024.

Kini Hasan menjadi Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek, setelah dirinya juga sempat ditugaskan untuk menjabat sebagai Penjabat Bupati Kudus pada tahun 2024.

Dr. Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.Si.

Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek

daftar-pejabat-eselon-i-dan-ii