Wamendiktisaintek Stella Christie Dorong Mitra Global Kembangkan Inovasi Berbasis Potensi Indonesia

Kabar

26 Juni 2026 | 11.15 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie Dorong Mitra Global Kembangkan Inovasi Berbasis Potensi Indonesia

Jakarta–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi internasional dalam mempercepat pengembangan ekosistem sains dan teknologi yang menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam forum Cyprus as a Gateway: Linking the European & Southeast Asian Tech & Innovation Ecosystem, Kamis (25/6).

Forum tersebut menjadi ruang penguatan jejaring dan kerja sama antara Indonesia, Siprus, dan Uni Eropa dalam mendorong pengembangan teknologi, inovasi, serta perluasan kolaborasi riset antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan dunia industri.

Dalam paparannya, Wamendiktisaintek menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya besar dalam membangun ekosistem inovasi melalui kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan potensi pasar yang luas. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui riset dan teknologi agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Indonesia memiliki potensi pasar yang besar bagi pengembangan inovasi teknologi. Teknologi kita belum terbentuk dengan baik, tetapi ada potensi yang sangat besar, dan yang ingin saya bagikan hari ini adalah mengenali potensi tersebut,” ujar Wamen Stella.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Stella mencontohkan pengembangan rumput laut (seaweed) sebagai salah satu sumber daya strategis yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari penguatan bioekonomi masa depan. Menurut Wamen Stella, pengembangan inovasi membutuhkan strategi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor agar dapat mencapai skala yang lebih luas.

“Jika kita tidak membangunnya sekarang, jika kita tidak melakukan strategisasi sekarang, kita tidak akan mencapai skala itu,” kata Wamen Stella.

Selain potensi sumber daya alam, Wamen Stella menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan lain melalui ekosistem pendidikan tinggi nasional. Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah dan berpotensi menjadi pusat pengembangan pengetahuan, riset, dan inovasi berbasis karakteristik daerah.

“Indonesia memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi. Ketika kita ingin melakukan inovasi dan teknologi, sangat penting memahami lokalitas dan membangun inovasi yang sesuai dengan potensi daerah sebelum dikembangkan lebih luas,” tutur Wamen Stella.

Wamendiktisaintek menambahkan bahwa penguatan inovasi daerah menjadi penting karena berbagai wilayah di Indonesia memiliki karakteristik sumber daya yang berbeda serta membutuhkan pendekatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Di berbagai wilayah Indonesia terdapat potensi pusat pengetahuan yang memahami bagaimana mengembangkan teknologi menggunakan sumber daya lokal,” tambah Wamen Stella.

Melalui penguatan kolaborasi internasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong agar riset dan inovasi tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan semata, tetapi dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri melalui implementasi nyata. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai penggerak transformasi melalui penguatan kolaborasi, hilirisasi hasil riset, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang