KKN Tematik “Sampah Tuntas”, Kemdiktisaintek Perkuat Peran Perguruan Tinggi Tangani Sampah dari Hulu

Kabar

02 Oktober 2026 | 11.00 WIB

KKN Tematik “Sampah Tuntas”, Kemdiktisaintek Perkuat Peran Perguruan Tinggi Tangani Sampah dari Hulu

Bandung—Persoalan sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Di kawasan Bandung Raya, timbulan sampah mencapai lebih dari 4.489 ton per hari dan diproyeksikan mendekati 5.000 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong penguatan pengelolaan sampah dari hulu melalui edukasi dan pembiasaan memilah sampah sejak dari rumah.


Sekitar 70% atau 3.500 ton sampah per hari di Bandung Raya masih menjadi ruang penguatan pengelolaan, sementara sekitar 30% telah tertangani secara memadai. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang untuk memperluas praktik pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber. Di tingkat Jawa Barat, timbulan sampah mencapai 17.398,54 ton per hari berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024.


Bandung Raya telah ditetapkan sebagai kawasan darurat sampah melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 658/Kep.579-DLH/2023. Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan untuk menggeser pendekatan pengelolaan dari hilir menuju hulu. Perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat.


Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Presiden Prabowo mendorong penanganan sampah secara terpadu sekaligus memperkuat kemitraan perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan pembangunan.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi memperkuat kontribusi melalui riset, inovasi, edukasi, dan pendampingan masyarakat. Arah tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang dapat menghadirkan solusi berbasis pengetahuan bagi persoalan di masyarakat.


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan bahwa persoalan persampahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi daerah.


“Tim kajian untuk pengelolaan sampah menemukan terobosan baru yang sangat menjanjikan. Kita ingin coba pertama di Bandung. Dari situ, kita akan bisa menghitung dan menganalisis teknologi yang paling sesuai,” ujar Menteri Brian.


Implementasi kontribusi tersebut dilakukan melalui KKN Tematik “Sampah Tuntas” dalam program Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (GRADASI) Kawasan Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang. Penyamaan persepsi pelaksanaan program digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV pada Rabu (30/9) dengan tema “Aksi Pilah Sampah dari Rumah”. Program diarahkan untuk memperkuat perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan rekayasa sosial partisipatif.


KKN Tematik “Sampah Tuntas” mencakup lima komponen, yaitu edukasi, pilah, pilih, pengelolaan, dan zero to TPA. Mahasiswa berperan sebagai motivator dan fasilitator perubahan perilaku, bukan sebagai petugas pengangkut atau pemilah sampah. Pelaksanaan program juga mencakup penguatan bank sampah dan pengolahan sampah organik di wilayah dampingan.


Pada 2026, program diproyeksikan melibatkan 90 perguruan tinggi swasta (PTS), 25.529 mahasiswa, dan 56 kecamatan di lima kabupaten/kota. Kota Bandung mencakup 69 PTS dengan 15.166 peserta, Kabupaten Bandung enam PTS dengan 5.371 peserta, Kota Cimahi tujuh PTS dengan 3.300 peserta, Kabupaten Sumedang lima PTS dengan 1.402 peserta, serta Kabupaten Bandung Barat tiga PTS dengan 292 peserta.


Program dirancang selama 12 minggu atau setara 10 satuan kredit semester (SKS) dengan beban 450 jam kegiatan. Rangkaian kegiatan meliputi pembekalan, pemetaan kondisi sampah, survei pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP), audit sampah, penyusunan rencana aksi 90 hari, pendampingan, evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan. Pelaksanaan didukung panduan teknis, Modul GRADASI Episode 1 “Sampah Tuntas”, serta aplikasi untuk pendataan, pelaksanaan, pelaporan, dan monitoring.


Program ini melanjutkan pelaksanaan KKN Tematik di sejumlah wilayah. Pada 2024 di Kota Bandung, kegiatan melibatkan 57 perguruan tinggi, 1.114 mahasiswa, dan 90 kelurahan, sedangkan pada 2025 di Kota Cimahi melibatkan tujuh perguruan tinggi, 1.600 mahasiswa, dan 15 kelurahan. Pada 2026, program juga diperluas ke Karawang, Tasikmalaya, dan Sukabumi dengan total 26 perguruan tinggi dan lebih dari 2.000 mahasiswa.


Melalui KKN Tematik “Sampah Tuntas”, program menargetkan pendampingan sekitar 2.500 RW, sedikitnya satu bank sampah aktif di setiap kelurahan/desa dampingan, satu unit pengomposan aktif per RW, dan sedikitnya dua kader terlatih per RW. Program juga menargetkan penurunan sampah residu yang masuk ke TPS/TPA sebesar minimal 15-20 persen dari kondisi awal. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan memperkuat pengelolaan sampah dari rumah sekaligus mewujudkan semangat Diktisaintek Berdampak: Mahasiswa Bergerak, Lingkungan Berdampak.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang