Kemdiktisaintek Libatkan Kampus untuk Pengelolaan Lahan Gambut dan Mangrove

Kabar

01 Oktober 2026 | 15.15 WIB

Kemdiktisaintek Libatkan Kampus untuk Pengelolaan Lahan Gambut dan Mangrove

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan dukungan perguruan tinggi, dan laboratorium di berbagai daerah untuk mendukung rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Hal ini dibahas dalam Workshop Pembentukan BPGMN di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kamis (1/10).


Dukungan tersebut mencakup pemanfaatan kapasitas riset, laboratorium, serta sumber daya manusia dari perguruan tinggi untuk mendukung pengelolaan gambut dan mangrove berbasis ilmu pengetahuan.


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto. Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Kemdiktisaintek dan Kemenhut untuk menyiapkan kerangka pembentukan BPGMN.


“Memang harapannya adalah BPGMN hari ini bisa selesai dipersiapkan, atau paling tidak kerangka besarnya sudah siap. Teman-teman dari kampus-kampus di Indonesia, ataupun juga laboratorium-laboratorium di kampus-kampus di enam provinsi, terutama yang memiliki lahan gambut cukup besar dan sensitif, intinya siap membantu,” ujar Menteri Brian.


Mendiktisaintek menjelaskan perguruan tinggi memiliki kapasitas yang dapat mendukung kebutuhan BPGMN, baik melalui laboratorium maupun keterlibatan dosen dan mahasiswa. Dukungan tersebut akan diarahkan sesuai kebutuhan dan arahan Kemenhut, termasuk dalam aspek kajian, penelitian, pengembangan pengetahuan, serta penyediaan sumber daya manusia.


Kemdiktisaintek mencatat terdapat sejumlah perguruan tinggi dan laboratorium di enam provinsi yang memiliki pengalaman dan kapasitas terkait ekosistem gambut. Potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk mendukung pengelolaan gambut dan mangrove yang berbasis data, riset, dan kondisi spesifik wilayah.


Menurut Mendiktisaintek, keterlibatan perguruan tinggi diperlukan agar kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi dapat terhubung langsung, dengan kebutuhan pengelolaan di lapangan. Selain fasilitas riset, perguruan tinggi juga memiliki dosen dan mahasiswa yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan.


Kemdiktisaintek selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kemenhut untuk memetakan bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh perguruan tinggi dan laboratorium. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan gambut dan mangrove melalui pemanfaatan riset, data, serta sumber daya manusia dari ekosistem pendidikan tinggi.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang