SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling menyelenggarakan Workshop bertajuk “Optimalisasi Peran Tenaga Kependidikan dalam Menunjang Kesehatan Mental Sivitas Akademika” di Auditorium Gedung Student Center, Kampus Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Untirta memperkuat kapasitas tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika.
Workshop dihadiri Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Deden Hery Hermawan, S.E., M.M., Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Tb. Bahtera Rohimudin, S.E., M.Si., Kepala UPA Bimbingan dan Konseling Dr. Evi Afiati, S.Pd., M.Pd., para dosen konselor, tenaga kependidikan, serta operator akademik.
Kegiatan menghadirkan Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Karsih, M.Pd., sebagai narasumber yang membahas strategi optimalisasi peran tenaga kependidikan dalam mendukung kesehatan mental sivitas akademika.
Ketua Panitia, Arga Satrio Prabowo, M.Pd., menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan isu yang semakin penting, baik di tingkat nasional maupun global. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 15,52 juta remaja di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, namun hanya sekitar dua persen yang memperoleh akses layanan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas tenaga kependidikan agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental sekaligus memberikan pertolongan pertama sebelum mahasiswa memperoleh layanan profesional.
“Melalui kegiatan ini, tenaga kependidikan diharapkan mampu mengenali tanda dan gejala gangguan kesehatan mental pada mahasiswa serta memberikan pertolongan pertama sebagai bentuk pelayanan yang lebih optimal. Acara hari ini diharapkan membawa manfaat bagi seluruh peserta sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan pendampingan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Kepala UPA Bimbingan dan Konseling Untirta, Dr. Evi Afiati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi dukungan pimpinan universitas terhadap penguatan program kesehatan mental di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental harus menjadi tanggung jawab seluruh unsur perguruan tinggi, tidak hanya dosen maupun konselor.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Untirta memperkenalkan buku panduan Mental Health First Aid yang diharapkan menjadi pedoman praktis bagi tenaga kependidikan dalam memberikan pertolongan psikologis awal kepada mahasiswa secara tepat dan terarah.
“Optimalisasi peran tenaga kependidikan dan seluruh sivitas akademika merupakan bagian penting dalam mewujudkan kampus Healthy, Integrated, Smart, and Green University. Karena itu, mari bersama-sama membangun lingkungan kampus yang sehat secara fisik, emosional, mental, dan spiritual melalui semangat kebersamaan dan saling peduli,” ujar Evi.
Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., saat membuka workshop menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, nyaman, serta mampu mendukung kesehatan fisik, mental, dan spiritual seluruh sivitas akademika.
Ia mengapresiasi keberadaan layanan konseling Untirta yang telah memberikan pendampingan kepada sekitar 300 mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa maupun dosen tidak boleh menghadapi berbagai persoalan sendirian, melainkan memanfaatkan dukungan dari keluarga, teman, maupun layanan konseling yang tersedia di kampus.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan, mampu mengelola emosi dengan baik, serta membangun budaya saling peduli di lingkungan perguruan tinggi.
“Mari kita memberikan pelayanan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai karakter JAWARA, yaitu Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel, demi menciptakan lingkungan kampus yang sehat, harmonis, dan berkarakter,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Untirta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dukungan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Penguatan kapasitas tenaga kependidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem kampus yang lebih inklusif, responsif, dan mendukung kesejahteraan psikologis sivitas akademika sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi yang berdampak.







