SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi Teknik Industri, Teknik Kimia, dan Informatika melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Balai Kelurahan Kasemen, Kota Serang, pada Sabtu (18/7/2026), guna meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Program yang didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas warga, perwakilan RT/RW, dan kader lingkungan. Kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, pengomposan, serta pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk mendukung pencatatan aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan.
Lurah Kasemen, Etik Saefulloh, S.E., yang membuka kegiatan, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga sebagai langkah strategis untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan memilah dan mengolah sampah dari rumah masing-masing. Kalau dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, saya yakin lingkungan di Kelurahan Kasemen akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman," ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, penggunaan komposter aerob manual, serta praktik langsung pengisian dan perawatan komposter. Tim pengabdian juga memperkenalkan media digital sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencatat dan memantau kegiatan pengelolaan sampah secara lebih terstruktur.
Ketua Tim Pengabdian, Ayu Puspa Wirani, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mudah diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi sederhana serta bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan.
"Harapannya, masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan, dimulai dari rumah masing-masing," kata Ayu.
Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah seorang warga mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sampah dapur menjadi kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah.
"Saya baru tahu kalau sampah dapur ternyata bisa diolah menjadi kompos. Selama ini kami langsung membuangnya, padahal bisa dimanfaatkan untuk tanaman di rumah. Penjelasannya mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan, jadi saya ingin mencoba menerapkannya sendiri di rumah," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program, tim pengabdian menyerahkan tempat sampah hasil pemanfaatan galon bekas serta paket komposter kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pemilahan dan pengolahan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, UNTIRTA bersama Kelurahan Kasemen menegaskan komitmennya dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), melalui penguatan literasi lingkungan, penerapan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat.






