Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kesiapan calon pemimpin masa depan melalui hari kedua Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. Pembekalan mencakup penguatan karakter, kesiapan akademik, wawasan kebangsaan, hingga strategi menghadapi pendidikan tinggi di tingkat global sebagai bagian dari implementasi Diktisaintek Berdampak, pada Jumat, (10/7).
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan ekosistem sekolah, kesiapan studi di luar negeri, wawasan kebangsaan, serta pembekalan bagi penerima Beasiswa Garuda agar siap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengajak kepala sekolah dan guru untuk terus mendorong peserta didik memiliki cita-cita yang tinggi.
"Bapak-Ibu saya titipkan, jangan halangi mimpi anak-anak kita. Anak-anak terbaik kita perlu berani bermimpi. Mimpi itu akan menjadi penyemangat, menjadi visi, dan insyaallah akan ada jalannya," ujar Direktur, Ardi.
Direktur SSPT menegaskan bahwa Beasiswa Garuda merupakan salah satu alternatif pembiayaan pendidikan menuju perguruan tinggi terbaik dunia. Karena itu, sekolah didorong untuk memperluas akses informasi mengenai berbagai peluang beasiswa internasional sehingga peserta didik memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan studi lanjut.
"Beasiswa Garuda adalah salah satu alternatif, banyak universitas di dunia yang menyediakan beasiswa. Informasi seperti ini perlu kita gali dan kita sampaikan kepada siswa maupun orang tua," tambah Direktur SSPT, Ardi.
Menurut Direktur SSPT keterbukaan akses informasi tersebut perlu diiringi dengan penguatan peran sekolah, termasuk college counselor, agar peserta didik memperoleh pendampingan yang komprehensif sejak proses pemetaan minat, pemilihan perguruan tinggi, hingga memperoleh informasi mengenai berbagai skema beasiswa yang tersedia.
Pada sesi berbagi praktik baik, berbagai sekolah peserta SMA Unggul Garuda Transformasi dari seluruh Indonesia menyampaikan pengalaman dalam mengembangkan program pembinaan siswa, mulai dari penguatan kemampuan bahasa Inggris, pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), budaya riset, pendampingan masuk perguruan tinggi, hingga pelibatan orang tua dalam mendukung rencana studi ke luar negeri. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penyempurnaan implementasi program di masing-masing sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Ardi menegaskan bahwa Program SMA Unggul Garuda Transformasi dirancang untuk memperkuat program yang telah dimiliki sekolah.
"Kami tidak berharap program yang sudah baik di sekolah kemudian dibongkar. Yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi apa yang perlu ditambahkan," jelas Direktur SSPT.
Lebih lanjut, salah satu fokus pengembangan program adalah membangun sekolah sebagai ekosistem pembelajaran yang mampu mendukung peserta didik melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia melalui penguatan manajemen sekolah, peningkatan kapasitas guru, pembelajaran STEM, riset kolaboratif, dan penguatan college counselor.
Selain penguatan bagi kepala sekolah dan guru, hari kedua pembekalan penerima Beasiswa Garuda juga menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk mempersiapkan peserta menghadapi kehidupan dan studi di lingkungan global. Melalui sesi How to Survive Living in Overseasbersama Shanaz Haque, peserta memperoleh wawasan mengenai adaptasi budaya, kemandirian, komunikasi lintas budaya, serta strategi membangun jejaring selama menempuh pendidikan di luar negeri. Sementara itu, melalui sesi Wawasan Kebangsaan, peserta diingatkan untuk tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan menjadi representasi Indonesia di tingkat global.
Peserta juga mengikuti sesi Indonesian Future Challenge dan Rencana Kontribusi yang mengajak mereka memahami tantangan pembangunan Indonesia menuju 2030 dan 2045 serta berbagai kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan, seperti kecerdasan artifisial, analisis data, transformasi digital, energi terbarukan, dan teknologi maju lainnya sebagai bekal menyusun rencana kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola program, peserta memperoleh pendampingan melalui sesi Overview Pembuatan Rekening. Sesi ini tidak hanya memastikan kesiapan administrasi penyaluran Beasiswa Garuda, tetapi juga menjadi bentuk komitmen Kemdiktisaintek bersama mitra perbankan dalam mewujudkan proses penyaluran beasiswa yang tertib, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga seluruh penerima memperoleh layanan yang setara sejak awal pelaksanaan program.
Selanjutnya, melalui One-on-One Session with Garuda Scholarship Awardees, peserta berdiskusi secara langsung dengan perwakilan kedutaan besar dan berbagai perguruan tinggi internasional mengenai sistem pendidikan tinggi, proses penerimaan mahasiswa internasional, peluang beasiswa, hingga kehidupan akademik di negara tujuan studi. Kesempatan tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada peserta dalam menyusun rencana studi dan kariernya.
Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup melalui Garuda Challenge: Battle of Minds, sebuah aktivitas kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, sekaligus membangun jejaring antarpenerima Beasiswa Garuda sebagai komunitas pembelajar yang saling mendukung.
Melalui Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda, Kemdiktisaintek terus memperkuat implementasi Diktisaintek Berdampak dengan membangun ekosistem yang mendukung lahirnya talenta Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi. Sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, mitra internasional, serta masyarakat diharapkan dapat memperluas akses, meningkatkan kualitas pendampingan, dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berkarya, dan memberikan dampak bagi kemajuan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







