Menteri Brian: Bali Adalah ‘Living Laboratory’ yang Harus Dioptimalkan Perguruan Tinggi

Kabar

26 November 2025 | 20.15 WIB

Menteri Brian: Bali Adalah ‘Living Laboratory’ yang Harus Dioptimalkan Perguruan Tinggi

Denpasar—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto hadir dalam pertemuan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Provinsi Bali di Kampus Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali, Rabu (26/11).

Kunjungan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak, khususnya peran perguruan tinggi dalam inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam arahannya, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, antara lain pariwisata global, ekosistem industri kreatif, serta kekayaan budaya yang bermanfaat bagi berbagai disiplin ilmu.

“Bali ini memiliki satu keunikan sekaligus kelebihan, Bali merupakan simpul pariwisata global. Tentu ini menjadi satu kelebihan, karena berarti Bapak Ibu sekalian memiliki laboratorium hidup atau living laboratory,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai jantung pembangunan nasional. Dosen merupakan garda terdepan dalam melahirkan generasi unggul yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat.

“Bagaimana dosen-dosen kita adalah orang-orang hebat yang luar biasa. Secara tekun, secara ikhlas, terus menerus menyiapkan diri untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa generasi masa depan,” apresiasi Menteri Brian.

Terkait percepatan teknologi, terutama dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI), Menteri Brian menekankan pentingnya peran Perguruan Tinggi dalam menghadapi tantangan percepatan perubahan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, Mendiktisaintek kembali mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat jejaring dan berbagi sumber daya agar tidak bekerja sendiri-sendiri, agar kualitas dan dampak pendidikan tinggi meningkat secara merata. 

Ajakan ini selaras dengan penguatan agar skripsi, tesis, disertasi, dan kegiatan riset kampus terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah, industri, dan  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Marilah kita memberikan dampak, banyak sekali persoalan di sekitar kampus, kalau kita bantu, maka pasti kampus akan berkontribusi signifikan,” ajak Mendiktisaintek.

Selaras dengan Mendiktisaintek, Rektor Itekes Bali, I Gede Putu Darma Suyasa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendiktisaintek dan menekankan bahwa kebijakan Kemdiktisaintek khususnya Diktisaintek Berdampak, memperkuat arah transformasi di Itekes Bali.

“Banyak sekali kebijakan yang sekarang sudah bersifat adaptif membantu kita membuat transformasi kebijakan di tengah perguruan tinggi, bagaimana dampak dari visi misi, dari tridarma perguruan tinggi kita ini bisa meningkatkan kecerdasan masyarakat, juga kesejahteraan masyarakat, ” ujar Rektor Itekes.

Melalui kunjungan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berdampak. Mendiktisaintek menyampaikan bahwa kementerian siap melakukan penyempurnaan kebijakan dan pelayanan, termasuk melalui penguatan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) sebagai lembaga yang memberikan layanan terbaik bagi perguruan tinggi.

“Kalau ada hal yang kurang baik, kita lakukan perubahan, mari kita lakukan secara bersama-sama,” ajak Menteri Brian.

Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara Mendiktisaintek dengan pimpinan perguruan tinggi Bali sebagai bagian dari komitmen Kemdiktisaintek untuk mendengarkan dan menindaklanjuti kebutuhan dunia pendidikan tinggi.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



news

cms

/

5

Ulas Sekarang