Jakarta — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran dalam perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) global melalui penguatan data, infrastruktur, kebijakan, dan talenta. Hal tersebut disampaikan dalam talkshow pada Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026, Rabu (16/9).
Dalam paparannya, Wamendiktisaintek Stella menjelaskan bahwa perkembangan AI perlu direspons dengan strategi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan Indonesia. Wamen Stella menjelaskan bahwa AI ditopang oleh tiga komponen utama, yaitu computing power, data, dan algoritma. Dalam konteks Indonesia, Wamen Stella menilai penguatan data dapat menjadi salah satu ruang kontribusi yang penting, khususnya untuk mendukung kebutuhan dan perkembangan pasar domestik.
“Untuk data, apakah Indonesia ini bisa punya andil di dalam kompetisi AI dunia lewat sisi data? Jawabannya adalah iya. Indonesia negara besar, kita punya banyak data,” jelas Wamen Stella.
Menurut Wamen Stella, pengelolaan data perlu diiringi dengan peningkatan perlindungan dan kedisiplinan setiap individu yang bekerja dengan data. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi AI.
“Disiplin ini hanya bisa tercapai jika masing-masing individu pekerja itu memproteksi data. Saya rasa ini masih belum optimal. Dan ini adalah salah satu strategi yang mudah untuk dilakukan,” ungkap Wamen Stella.
Sebagai contoh, Wamen Stella menyampaikan inisiatif SatuBeasiswa, yaitu portal berbasis crowdsourcing yang menghimpun informasi beasiswa dari berbagai pemberi dalam satu platform. Pemberi beasiswa dapat memasukkan dan memperbarui informasi secara langsung, sementara pencari beasiswa dapat mengakses berbagai peluang beasiswa dalam satu tempat. Proses seleksi tetap dilakukan oleh masing-masing penyelenggara.
Wamen Stella juga menyoroti peluang Indonesia dalam pengembangan computing power, khususnya melalui pembangunan pusat data (data center). Wamendiktisaintek menjelaskan bahwa pengembangan data center membutuhkan dukungan teknologi, kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, dan talenta. Menurutnya, Indonesia perlu memberikan perhatian pada aspek yang dapat dipersiapkan secara nasional, terutama kebijakan, infrastruktur, dan sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Wamen Stella menekankan bahwa kebutuhan energi menjadi faktor penting dalam pengembangan data center. Indonesia memiliki potensi energi yang besar, terutama energi terbarukan, yang dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan infrastruktur komputasi.
“Indonesia punya peluang besar untuk data center, untuk computing power, kalau kita lakukan dengan tepat kebijakan infrastruktur dan talenta,” ujar Wamen Stella.
Dalam kaitannya dengan penyiapan sumber daya manusia, Wamen Stella menyampaikan bahwa talenta dibutuhkan tidak hanya untuk mengembangkan teknologi, tetapi juga untuk merumuskan kebijakan dan menyiapkan infrastruktur yang sesuai. Karena itu, penguatan kapasitas manusia menjadi bagian penting dalam menentukan arah pemanfaatan peluang AI di Indonesia.
Wamen Stella menegaskan bahwa Indonesia tidak harus mengembangkan seluruh aspek AI secara bersamaan. Menurutnya, strategi yang terarah perlu dibangun dengan mempertimbangkan bidang yang memiliki peluang dan relevansi bagi Indonesia, terutama data dan energi.
“Indonesia dapat memiliki peluang besar dengan berfokus pada sektor yang menjadi kekuatan utama, seperti data dan energi. Itulah talenta yang harus kita siapkan, yang mengerti bagaimana kita bisa memproteksi data dan menghasilkan energi, terutama sekali energi terbarukan, termasuk membuat kebijakan dan menyiapkan infrastruktur yang tepat,” pungkas Wamen Stella.
Arah pemikiran tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi untuk berkontribusi terhadap kebutuhan strategis nasional. Melalui penguatan talenta, riset, kebijakan, dan infrastruktur, ekosistem pendidikan tinggi diharapkan dapat mengambil peran dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





