Jakarta—Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menyatakan bahwa kecerdasan artifisial (AI) berpotensi membawa Indonesia menuju perubahan yang menentukan posisi strategisnya, mulai dari data, energi, infrastruktur, talenta, hingga kemampuan manusia memahami konteks. Hal ini dipaparkannya saat berbicara di forum International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia, Jumat (18/9).
Wamen Stella kemudian menyoroti perkembangan AI yang dapat menghasilkan dampak sangat besar seiring dengan perkembangannya yang eksponensial. Karena itu, perkembangan AI dinilai perlu dipahami bukan hanya dari kemampuan teknologinya, tetapi juga dari perubahan yang ditimbulkannya terhadap cara manusia bekerja, mengambil keputusan, dan membangun kepercayaan.
“Indonesia punya peluang besar, kita punya infrastruktur, kebijakan, dan talenta. Indonesia memiliki energi terbarukan yang luar biasa besar. Kita bisa menang dan maju kalau kita memikirkannya bersama,” tegas Wamen Stella.
Menurut Wamen Stella, perkembangan AI perlu direspons dengan kemampuan Indonesia membaca posisi dan menentukan ruang yang dapat dikembangkan sesuai dengan kekuatan nasional. AI sendiri ditopang oleh tiga komponen utama, yaitu computing power, data, dan algoritma.
Dalam konteks tersebut, Wamen Stella menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari sisi data. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia memiliki sumber data yang luas yang dapat menjadi bagian penting dalam ekosistem AI. Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan pengelolaan dan perlindungan data yang lebih baik, baik pada tingkat negara, institusi, perusahaan, maupun individu.
Selain data, Wamendiktisaintek juga melihat computing power sebagai ruang strategis yang dapat dikembangkan Indonesia melalui investasi pusat data (data center). Kebutuhan pusat data dipandang akan terus meningkat seiring dengan perkembangan AI, sementara pembangunan pusat data membutuhkan dukungan teknologi, kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, dan talenta. Indonesia juga memiliki potensi energi terbarukan yang besar sebagai salah satu kekuatan strategis nasional. Potensi tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perkembangan ekosistem AI.
“Kalau kita bisa menjadi supplier, maka kita punya posisi. Kita tidak hanya dikontrol oleh orang lain, tetapi kita punya sovereignty,” jelas Wamen Stella.
Pada saat yang sama, Wamen Stella mengingatkan bahwa perkembangan teknologi AI juga membawa tantangan terhadap kepercayaan dan hubungan manusia dengan teknologi. Kemampuan AI untuk menghasilkan informasi dan mengambil keputusan menuntut manusia untuk semakin memahami bagaimana konteks, nilai, preferensi, dan konsekuensi dipertimbangkan dalam penggunaan teknologi.
Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat peran pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dalam menyiapkan Indonesia menghadapi perkembangan AI yang berlangsung secara eksponensial. Melalui penguatan talenta, riset dan inovasi, pemanfaatan data, serta kolaborasi lintas sektor, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi dan ekosistem ilmu pengetahuan untuk memahami perubahan teknologi sekaligus mengambil posisi strategis sesuai dengan potensi dan kebutuhan Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak




