Sarasehan KSTI 2026 Hadirkan Jeffrey D. Sachs, Tegaskan Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Kabar

29 Juni 2026 | 09.00 WIB

Sarasehan KSTI 2026 Hadirkan Jeffrey D. Sachs, Tegaskan Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadirkan Distinguished International Lecture oleh Jeffrey D. Sachs sebagai salah satu rangkaian Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Sabtu (27/6). 


Kuliah umum yang menghadirkan ekonom dan pakar pembangunan berkelanjutan dunia ini bertujuan untuk berbagi pandangan mengenai tantangan global serta pentingnya penguatan pendidikan tinggi, sains, dan riset dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.


Dalam kuliah umum tersebut, Jeffrey Sachs menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, perkembangan teknologi, hingga dinamika geopolitik. Menurutnya, tantangan tersebut memerlukan pendekatan lintas disiplin yang didukung oleh ilmu pengetahuan serta kebijakan yang disusun berdasarkan bukti ilmiah.


“Universitas harus menjadi pusat lahirnya solusi. Ilmu pengetahuan tidak hanya menghasilkan penemuan, tetapi juga menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjawab tantangan masyarakat,” ujar Sachs.


Sachs menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang semakin besar dalam menghasilkan riset yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Selain menghasilkan lulusan yang berkualitas, perguruan tinggi juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas sains dan teknologi melalui riset yang menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan publik.


Menurutnya, investasi pada pendidikan tinggi dan riset merupakan fondasi penting bagi negara dalam membangun kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Negara yang mampu memperkuat ekosistem riset akan lebih siap menghadapi perubahan global sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi.


Dalam kesempatan tersebut, Jeffrey Sachs juga menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan pembangunan perlu didukung oleh hasil riset yang kredibel serta pemanfaatan ilmu pengetahuan sebagai dasar pengambilan keputusan.


Ia turut menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan sains dan riset. Berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, kesehatan, ketahanan pangan, dan transisi energi, menurutnya tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja, melainkan memerlukan kerja sama antarnegara, antarkampus, dan antarlembaga riset untuk menghasilkan pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Sachs juga menilai Indonesia memiliki modal yang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, serta kapasitas akademik yang terus berkembang. Potensi tersebut, menurutnya, perlu didukung oleh penguatan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas riset, serta pengembangan sains dan teknologi agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.


Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto terkait diselenggarakannya Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026. Forum ini diarahkan untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan dan industri dalam bidang prioritas nasional. Hal ini dinyatakan oleh Mendiktisaintek saat membuka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Jumat (26/6).


Melalui Distinguished International Lecture pada Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Kemdiktisaintek menghadirkan ruang dialog antara akademisi Indonesia dan pemikir dunia untuk memperkaya perspektif mengenai berbagai tantangan pembangunan global. Pertukaran gagasan tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam mengembangkan sains, menghasilkan riset yang relevan, serta memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan nasional yang berkelanjutan.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang