Sarasehan KSTI 2026 Dorong Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi untuk Memajukan Kebudayaan Indonesia

Kabar

28 Juni 2026 | 15.00 WIB

Sarasehan KSTI 2026 Dorong Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi untuk Memajukan Kebudayaan Indonesia

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai agenda pembangunan nasional, termasuk melalui pengembangan sains, teknologi, dan inovasi di bidang kebudayaan. Hal tersebut mengemuka dalam Sarasehan sesi ke-9 yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon pada rangkaian Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JICC), Minggu (28/6).


Dalam paparannya, Menbud menegaskan bahwa kebudayaan seringkali hanya dipandang sebagai warisan sejarah ataupun kesenian semata. Padahal, kebudayaan merupakan sebuah kekuatan halus dan perlu dimanfaatkan sebagai modal strategis bangsa yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat identitas nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Indonesia dinilai memiliki kekayaan budaya yang sangat besar yang perlu dikelola melalui pendekatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.


Menbud menilai, pengembangan kebudayaan perlu didukung oleh keterlibatan perguruan tinggi melalui penelitian, dokumentasi, inovasi, dan pengembangan berbagai potensi budaya yang dimiliki Indonesia. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dipandang akan memperkuat pelestarian sekaligus membuka peluang pemanfaatan budaya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.


"Kita adalah culturalmegadiversity. Kekayaan budaya kita luar biasa dari Sabang sampai Merauke. Dua hal besar ini menjadi modal budaya yang ke depan bisa menjadi ekonomi budaya melalui Cultural and Creative Industries (CCI)," ujar Menteri Fadli Zon.


Menbud menjelaskan bahwa amanat konstitusi telah menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting pembangunan nasional. Selain Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai perekonomian nasional, Pasal 32 juga mengamanatkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Amanat tersebut kemudian diwujudkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mencakup berbagai objek pemajuan kebudayaan, mulai dari bahasa, manuskrip, tradisi lisan, pengetahuan tradisional, ritus, adat istiadat, pangan, hingga seni.


Lebih lanjut, Menbud memaparkan bahwa berbagai subsektor budaya telah menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Industri perfilman Indonesia kini telah menguasai sekitar 67% pangsa pasar domestik, sementara karya musik Indonesia mencapai sekitar 78% konsumsi nasional. Selain itu, pengelolaan museum, situs budaya, serta berbagai aset warisan budaya dinilai masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.


Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto pada pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menegaskan bahwa forum ini menjadi sebuah ruang strategis untuk menyatukan pemerintah, perguruan tinggi, ilmuwan, peneliti, dan mitra pembangunan dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai tantangan nasional. Dalam semangat tersebut, perguruan tinggi didorong semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Penguatan riset dan inovasi di bidang kebudayaan merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda tersebut. Melalui kolaborasi lintas disiplin, diharapkan akan terjadi peningkatan pelindungan dan pengembangan warisan budaya Indonesia sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu memperluas kontribusi Indonesia dalam peradaban dunia.


Melalui Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Kemdiktisaintek terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, termasuk dalam memajukan kebudayaan Indonesia sebagai fondasi kemandirian bangsa dan kesejahteraan masyarakat.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang