Jember – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus mendorong pembelajaran yang berdampak melalui penerapan Project-Based Learning (PBL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Project-Based Learning Health Innovation Showcase yang digelar Jurusan Kesehatan di GOR Djoeang 45 Polije, Kamis (4/6/2026).
Mengusung tema “From Education to Great Action”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai inovasi dan karya yang lahir dari integrasi pembelajaran di kelas dengan kebutuhan nyata di sektor kesehatan.
Pameran melibatkan kolaborasi tiga program studi di lingkungan Jurusan Kesehatan Polije. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa didorong untuk mengembangkan solusi kreatif yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi profesional mereka.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pendidikan vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik.
“Melalui integrasi berbagai mata kuliah dalam kegiatan praktik, mahasiswa berhasil menghasilkan karya-karya kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk memperkuat relevansi inovasi yang dihasilkan, Polije juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi kesehatan. Kehadiran para mitra tersebut diharapkan dapat memberikan masukan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan produk dan layanan kesehatan.
“Diharapkan, PBL ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan sektor kesehatan,” tambah Saiful.
Pada kesempatan yang sama, akademisi Polije Dr. Ir. Rindiani, M.P., menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa kesehatan. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak hanya perlu unggul secara akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk atau layanan yang bernilai ekonomi.
“Dosen dan institusi perlu membangun jiwa serta keterampilan berwirausaha mahasiswa sejak masa perkuliahan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan mengelola dan memasarkan inovasi akan menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menciptakan peluang kerja sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polije menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga inovatif, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan kesehatan berkelanjutan.







