Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Internasional lewat Inovasi AI untuk Mitigasi Bencana

Kampus Kita

05 Juni 2026 | 09.30 WIB

Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Internasional lewat Inovasi AI untuk Mitigasi Bencana

YOGYAKARTA – Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tiga mahasiswa lintas program studi berhasil meraih 3rd Place Winner Regional, Most Voted People's Choice Award, serta hadiah senilai USD 300 dalam ajang AI Ready ASEAN Youth Challenge 2026 melalui inovasi teknologi mitigasi bencana berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Gregorius Guntur Jembar Wicaksono (Desain Produk 2023), Nuraini Yusmaida (Desain Interior 2024), dan Carlos Septiawan (Desain Komunikasi Visual 2025). Mereka tergabung dalam IndoAI Changemakers Team yang mewakili Indonesia pada kompetisi regional yang mempertemukan talenta muda dari 11 negara ASEAN.

Prestasi tersebut diraih melalui pengembangan Evacuation Mesh (EvacMesh), sebuah sistem komunikasi darurat dan navigasi evakuasi berbasis AI serta teknologi Bluetooth Mesh yang dirancang untuk membantu masyarakat tetap terhubung saat terjadi bencana, khususnya erupsi gunung api.

Berbeda dengan aplikasi komunikasi konvensional yang bergantung pada jaringan internet, EvacMesh memungkinkan pengguna saling berbagi informasi kondisi lapangan, menerima pembaruan situasi, serta memperoleh rekomendasi jalur evakuasi secara real-time meskipun jaringan komunikasi utama mengalami gangguan.

Inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap tingginya risiko bencana di kawasan Asia Tenggara sekaligus menjawab kebutuhan akan sistem komunikasi tanggap darurat yang lebih tangguh, inklusif, dan mudah diakses masyarakat.

Keberhasilan tim ISI Yogyakarta menjadi semakin istimewa karena AI Ready ASEAN Youth Challenge 2026 diikuti ribuan peserta dari 11 negara anggota ASEAN. Sebelum melaju ke tingkat regional, tim terlebih dahulu berhasil masuk dalam 10 besar nasional dan terpilih sebagai wakil Indonesia untuk bersaing dengan inovator muda terbaik dari kawasan Asia Tenggara.

Kompetisi ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN yang didukung oleh AI Singapore, ASEAN Foundation, Google.org, dan sejumlah mitra strategis lainnya. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi, pemanfaatan, serta inovasi kecerdasan buatan di kalangan generasi muda ASEAN untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Capaian ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi seni memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan manusia. Melalui pendekatan human-centered design, mahasiswa ISI Yogyakarta mampu mengintegrasikan desain, kreativitas, dan teknologi untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

Kolaborasi lintas disiplin antara desain produk, desain interior, dan desain komunikasi visual dalam pengembangan EvacMesh menjadi bukti bahwa seni dan desain dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan global melalui pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Prestasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen ISI Yogyakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang seni dan budaya, tetapi juga mampu berinovasi, berkolaborasi, dan bersaing di tingkat internasional. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

DiktisaintekBerdampak

KampusBerdampak

KemendiktisaintekBerdampak

ISI Yogayakarta

/

5

Ulas Sekarang