UNDIP, Semarang (30/5) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro. Melalui dukungan program World Class University (WCU) UNDIP skema Student Go International, tim riset kolaboratif mahasiswa FSM bersama Fakultas Teknik berhasil mengembangkan inovasi bertajuk Micorse (Micro Bacterial Interface) dan siap mewakili Universitas Diponegoro dalam ajang internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia.
WYIE merupakan bagian dari International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX), salah satu ajang pameran dan kompetisi inovasi terbesar di Asia yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia pada 17–20 Mei 2026. Keikutsertaan tim ini menjadi bukti nyata komitmen FSM UNDIP dalam mendorong mahasiswa untuk aktif menghasilkan riset inovatif yang mampu bersaing di tingkat global.
Inovasi Micorse hadir sebagai sistem integrasi cerdas yang memadukan perangkat keras (hardware) berbasis sensor IoT dengan perangkat lunak (software dashboard) interaktif. Sistem ini dirancang untuk membaca respons biologis mikroorganisme, khususnya perubahan tingkat kekeruhan (OD600) dan tingkat keasaman (pH), ketika diberikan stimulus berupa getaran suara.
Melalui sensor yang bekerja secara real-time, data biologis yang diperoleh kemudian dikirimkan ke dashboard berbasis web dan diterjemahkan menjadi Sandi Morse yang dapat dipahami manusia. Sistem ini juga dilengkapi dengan umpan balik visual, suara (beep), serta getaran (haptic) sehingga menciptakan pengalaman interaksi yang inovatif antara manusia dan mikroorganisme.
Pengembangan riset multidisiplin ini diketuai oleh mahasiswa Program Studi S1 Informatika FSM UNDIP, Nawaal Hanif Mumtaz Arriye. Tim juga diperkuat oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu:
- Aliffya Gadiza Ramadhania (Bioteknologi FSM)
- Silvia Nisa Ananda Zulpan (Bioteknologi FSM)
- Fatih Muqtafi Liamrillah (Teknik Elektro)
- Moses Morell Yosefan (Informatika FSM)
- Fazl Nizam Priyambodho (Informatika FSM)
- Lintang Aulia Nuraini (Informatika FSM)
“Melalui Micorse, kami mengembangkan algoritma dekoder yang membuktikan bahwa respons adaptif bakteri dapat diukur dan diterjemahkan secara matematis. Kami berharap alat ini ke depannya dapat menjadi instrumen penting bagi dunia biologi sintetik. Berpartisipasi di WYIE Malaysia menjadi pembuktian bahwa riset mahasiswa FSM UNDIP mampu menjawab tantangan teknologi global,” ujar Nawaal Hanif selaku ketua tim.
Pimpinan Fakultas Sains dan Matematika UNDIP memberikan apresiasi tinggi atas capaian dan semangat inovasi yang ditunjukkan oleh tim Micorse. Keikutsertaan mahasiswa FSM dalam kompetisi internasional ini diharapkan tidak hanya membawa prestasi bagi Universitas Diponegoro dan Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di panggung dunia.
Melalui semangat kolaborasi lintas disiplin dan dukungan terhadap riset mahasiswa, FSM UNDIP terus berkomitmen mencetak generasi ilmuwan muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Dukungan terhadap pengembangan riset mahasiswa menjadi salah satu langkah nyata FSM UNDIP dalam memperkuat budaya akademik yang unggul sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat internasional. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ ed. Nurul)






