Program Studi Destinasi Pariwisata Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP) Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Festival Kuliner Pandalungan Vol 3 di Jember Town Square. Agenda ekonomi kreatif bertema “Pedas, Riang, Gembira” ini menyajikan Mahakarya Pandalungan berupa pameran ratusan jenis sambal khas Nusantara yang memikat perhatian masyarakat luas.
Pada awalnya, pihak panitia merancang acara terbuka untuk umum ini dengan menggandeng berbagai mitra strategis dari berbagai sektor usaha. Jajaran mahasiswa juga memeriahkan suasana festival melalui bazar UMKM, lomba cipta karya sambal, kompetisi jawara pedas, sesi talkshow edukatif, hingga panggung hiburan musik.
“Hari ini kita menyelenggarakan Festival Pandalungan yang notabennya salah satu acara yang mengangkat nama Kabupaten Jember,” ujar Direktur Polije, Saiful Anwar saat membuka secara resmi agenda tahunan tersebut.
Oleh karena itu, manajemen kampus berkomitmen kuat untuk mengenalkan eksotisme kearifan lokal ke tingkat global melalui sektor pariwisata. Pihak pengelola mempercayakan penuh proses pengolahan menu tradisional yang sarat akan nilai budaya ini kepada kreativitas tinggi para mahasiswa.
“Hari ini prodi Destinasi Pariwisata membuat event ekonomi kreatif yakni sambal dengan seratus lima puluh variannya,” lanjut Saiful Anwar mengenai keseriusan mahasiswa dalam mengeksplorasi kuliner.
Di samping itu, pameran ini memiliki misi besar untuk melestarikan warisan gastronomi otentik Indonesia dari kepunahan zaman. Alhasil, pihak jurusan mengarahkan para mahasiswa agar menuntaskan tugas perkuliahan berbasis proyek melalui eksplorasi mendalam terhadap cita rasa lokal masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dari pembelajaran metode PBL dengan mengkreasikan sambal yang merupakan ciri khas masyarakat pandalungan,” kata Ketua Jurusan BKP Polije, Enik Rukiati.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kemasyarakatan Endang Anggraeni memberikan apresiasi mendalam atas keberhasilan seluruh panitia pelaksana. Pihak pemerintah daerah menaruh harapan besar agar hasil karya kuliner inovatif mahasiswa ini segera mendapatkan pengakuan legal demi memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Semoga terus berlanjut dan kuliner-kuliner bertemakan sambal ini dapat didaftarkan sebagai kreasi mahasiswa pada BRIDA Provinsi Jawa Timur,” pungkas Endang Anggraeni.







