Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember menggelar program edukasi bertajuk DJKN Goes to Campus di Auditorium Vokasi. Langkah kolaboratif bersama institusi pendidikan tinggi ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta literasi pengelolaan aset negara secara komprehensif bagi generasi muda.
Pada awalnya, manajemen kampus menyambut baik inisiatif strategis ini untuk memperluas cakrawala berpikir para mahasiswa mengenai hukum keuangan. Otoritas perguruan tinggi menilai program pengenalan instrumen pengelolaan kekayaan negara ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kegiatan ini sejalan dengan arah pengembangan pendidikan vokasi yang menekankan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan dunia kerja,” jelas Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije, Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P.
Oleh karena itu, Kepala KPKNL Jember Wahyu Nendro menegaskan komitmen lembaga untuk mengikis habis ketidakpahaman masyarakat mengenai aturan lelang resmi. Guna mencapai target tersebut, pihak panitia menghadirkan simulasi interaktif agar para peserta memahami setiap aspek hukum transaksi keuangan negara.
“Kegiatan DJKN Goes to Campus yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 118 Tahun Lelang Indonesia dikemas dalam bentuk kuliah tamu,” ujar Kepala KPKNL Jember, Wahyu Nendro saat memaparkan materi utama di hadapan ratusan mahasiswa.
Di samping itu, jajaran dosen melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta selama mengikuti jalannya pematerian. Alhasil, pihak jurusan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan kurikulum berbasis industri yang sejalan dengan dinamika perkembangan hukum bisnis nasional.
“Melalui simulasi lelang, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi tentang pengelolaan barang milik negara, tetapi juga merasakan tahapan lelang,” tutur Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, S.E., M.M.
Sejalan dengan hal itu, panitia menyiapkan sistem penghargaan khusus berupa objek lelang gratis bagi para pemenang simulasi penawaran harga. Manajemen kampus pun optimistis bahwa kombinasi teori dan praktik langsung ini mampu melahirkan generasi masa depan yang jujur serta profesional.







