Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyambut baik peluang penguatan kerja sama riset antara Indonesia dan Inggris melalui pemanfaatan fasilitas riset milik ISIS Neutron and Muon Source, salah satu pusat riset neutron dan muon terbesar di dunia. Hal tersebut dibahas saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima audiensi dari Direktur ISIS Neutron and Muon Source, Philip King, di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (2/7).
Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi riset internasional, peningkatan kapasitas peneliti Indonesia, serta perluasan akses dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia terhadap fasilitas riset berskala besar yang dimiliki ISIS Neutron and Muon Source. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian nasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama ilmiah Indonesia dengan berbagai institusi riset dunia.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas komitmen ISIS Neutron dalam mendukung pengembangan kapasitas riset Indonesia. Menurutnya, kolaborasi semacam ini menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan mutu penelitian nasional sekaligus memperluas pengalaman internasional para peneliti muda Indonesia.
"Kami benar-benar menghargai kolaborasi dan bimbingan yang telah diberikan untuk para peneliti kami. Saya percaya ini merupakan program yang sangat kuat untuk meningkatkan kualitas riset Indonesia sekaligus memberi kesempatan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa kami memahami bagaimana penelitian kelas dunia dilakukan. Karena itu, kami akan mendorong semakin banyak peneliti Indonesia untuk terlibat dalam program ini," ujar Menteri Brian.
Pada pertemuan yang juga dihadiri perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi menjelaskan bahwa kerja sama antara BRIN dan ISIS Neutron telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini, lebih dari 90 peneliti Indonesia, termasuk sekitar 39 mahasiswa magister dan doktor, telah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk melakukan eksperimen riset.
Sementara itu, Philip King menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra yang menunjukkan perkembangan sangat pesat dalam pemanfaatan fasilitas riset berskala besar milik ISIS Neutron. Sejak kerja sama dimulai, Indonesia telah mengirimkan ratusan proposal penelitian dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset.
"Kami melihat permintaan yang sangat kuat dari Indonesia untuk memanfaatkan fasilitas riset berskala besar. Program ini memberikan manfaat besar bagi para peneliti muda dan menghasilkan peneliti yang tetap berakar di Indonesia namun memiliki pengalaman riset bertaraf global (locally affiliated, globally experienced). Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang," ujar Philip King.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas berbagai peluang pengembangan kerja sama pada bidang material maju, katalisis, energi, kesehatan, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam riset sains. Selain itu, dibahas pula peluang penguatan mobilitas peneliti, penyelenggaraan konferensi ilmiah internasional di Indonesia, serta kolaborasi yang mendukung hilirisasi hasil riset dan inovasi.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek siap memperkuat sinergi dengan ISIS Neutron maupun BRIN melalui berbagai program kemitraan internasional yang telah berjalan, termasuk memperluas peluang kolaborasi bagi peneliti Indonesia.
"Kami melihat banyak peluang untuk memperkuat kemitraan ini, mulai dari pengembangan program doktoral, kolaborasi dengan universitas-universitas mitra di Inggris, riset berbasis AI dan fasilitas besar, hingga penyelenggaraan forum ilmiah internasional," ujar Dirjen Fauzan.
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat ekosistem riset nasional, serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan Indonesia. Kolaborasi dengan berbagai fasilitas riset kelas dunia diharapkan semakin mempercepat peningkatan kualitas penelitian Indonesia sekaligus memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







