YOGYAKARTA – Empat mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026, program pengembangan kepemimpinan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi penggerak literasi digital, inovasi teknologi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kampus.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Muflichun Cahyo Saputra dari Program Studi Film dan Televisi, Carlos Septiawan dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fiora Alicia dari Program Studi Teater, serta Keyzia Faninda Putri dari Program Studi Produksi Film dan Televisi. Mereka berasal dari tiga fakultas berbeda di ISI Yogyakarta, mencerminkan kolaborasi lintas disiplin yang menjadi kekuatan pendidikan seni di era digital.
Dari empat mahasiswa tersebut, Muflichun Cahyo Saputra dan Carlos Septiawan mendapat kesempatan mengikuti inaugurasi Google Student Ambassador 2026 secara langsung di Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 23 April 2026 di MGP Space SCBD Park itu dilanjutkan dengan kunjungan ke kantor Google Indonesia di Jakarta Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti prosesi pelantikan sebagai Google Student Ambassador, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal budaya kerja perusahaan teknologi global yang mengedepankan inovasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital.
Program Google Student Ambassador 2026 diikuti oleh sekitar 81.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 2.000 mahasiswa yang berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador. Selanjutnya, sekitar 150 peserta terbaik dipilih untuk mengikuti inaugurasi secara langsung berdasarkan hasil seleksi dan performa selama proses pendaftaran.
Keberhasilan empat mahasiswa ISI Yogyakarta dalam program ini menunjukkan bahwa mahasiswa seni mampu berperan aktif dalam ekosistem teknologi dan transformasi digital. Capaian tersebut juga menegaskan bahwa pendidikan seni tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan kepemimpinan digital.
Sebagai Google Student Ambassador, mereka akan menjadi penghubung antara Google dan komunitas mahasiswa di lingkungan kampus. Peran tersebut mencakup mendorong peningkatan literasi digital, memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara produktif, serta membangun kolaborasi yang menghubungkan seni, desain, media, pertunjukan, dan teknologi.
Bagi ISI Yogyakarta, prestasi ini semakin memperkuat komitmen institusi dalam membangun ekosistem pendidikan seni yang relevan dengan perkembangan zaman. Penguasaan kreativitas yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan industri kreatif di era digital.
Salah satu penerima penghargaan, Muflichun Cahyo Saputra, mengaku bangga dapat mengikuti inaugurasi dan melihat secara langsung lingkungan kerja Google Indonesia. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi inspirasi untuk menghadirkan berbagai gagasan dan program yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika di ISI Yogyakarta.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa ISI Yogyakarta untuk terus memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengembangkan kompetensi tidak hanya di bidang seni dan budaya, tetapi juga dalam teknologi, komunikasi digital, dan inovasi. Melalui berbagai capaian tersebut, ISI Yogyakarta terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang melahirkan insan kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi dalam perkembangan masyarakat di era digital.






