Bappenas Tinjau Kesiapan PSDKU Polije di Sabu Raijua, Perkuat Pendidikan Vokasi di Wilayah 3T

Kampus Kita

24 Juli 2026 | 13.15 WIB

Bappenas Tinjau Kesiapan PSDKU Polije di Sabu Raijua, Perkuat Pendidikan Vokasi di Wilayah 3T

SABU RAIJUA – Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI meninjau langsung kesiapan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Jember (Polije) di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Jumat (24/7/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan tinggi vokasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dalam kunjungan tersebut, tim Bappenas melakukan pemetaan terhadap kondisi fisik kampus sekaligus mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana akademik yang diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan vokasi. Selain itu, tim juga mengidentifikasi potensi daerah guna menyelaraskan pengembangan program studi dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja di Kabupaten Sabu Raijua.

Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, menyampaikan bahwa kehadiran kampus vokasi yang representatif menjadi harapan besar masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

"Kunjungan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Sabu Raijua agar memiliki kampus vokasi yang representatif," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan kampus permanen akan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mencetak tenaga kerja yang kompetitif dan siap berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

"Kami optimistis hasil survei ini menjadi pijakan penting bagi pencetakan sumber daya manusia unggul yang siap membangun daerah," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa Polije telah menyiapkan sejumlah usulan prioritas kepada pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan PSDKU di Sabu Raijua.

"Kami memfokuskan usulan pada tiga poin utama, yaitu dukungan gedung perkuliahan, afirmasi KIP Kuliah, dan afirmasi pengangkatan dosen PSDKU," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia pengajar menjadi aspek penting dalam menjaga mutu pendidikan vokasi di wilayah 3T. Karena itu, dukungan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat pengembangan PSDKU sehingga dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil secara berkelanjutan.

"Bappenas berkomitmen memperjuangkan usulan ini melalui sinergi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi demi keberlanjutan PSDKU Sabu Raijua," ujar Saiful.

Sebagai tindak lanjut, Bappenas berencana melakukan kunjungan lanjutan pada Agustus 2026 untuk mematangkan hasil survei dan menyusun langkah strategis pengembangan PSDKU Polije di Sabu Raijua.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas di wilayah 3T. Melalui penguatan infrastruktur, dukungan sumber daya manusia, dan afirmasi pendidikan, PSDKU Polije diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta vokasi yang mampu mendorong peningkatan daya saing masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Polije

Bappenas

Sabu Raijua

/

5

Ulas Sekarang