Wamendiktisaintek Fauzan: Padang Punya Modal Menjadi Kota Global Berbasis Pendidikan

Kabar

10 Agustus 2026 | 11.15 WIB

Wamendiktisaintek Fauzan: Padang Punya Modal Menjadi Kota Global Berbasis Pendidikan

Padang - Kemajuan pendidikan nasional membutuhkan kekuatan dari daerah. Pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, mengembangkan potensi wilayah, dan membuka konektivitas dengan dunia internasional. Dari kekuatan daerah tersebut, pembangunan nasional dapat bergerak lebih cepat dan merata.


Kota Padang menunjukkan modal yang kuat untuk mengambil peran tersebut. Pada 2025, Padang mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 84,93 dan menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat selama empat tahun berturut-turut. Pada dimensi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat mencapai 11,64 tahun, sedangkan harapan lama sekolah mencapai 16,58 tahun. Modal tersebut terus dikembangkan Pemerintah Kota Padang melalui penguatan kualitas pendidikan, pemberian beasiswa, transformasi digital, serta perluasan kerja sama pendidikan dengan mitra internasional.


Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan saat menghadiri Seminar Pendidikan bertajuk “Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (6/8). Kegiatan tersebut diikuti 2.334 peserta dari unsur kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan berbagai jenjang serta dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pendidikan.


“Kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilakukan dari pusat saja. Kekuatan dan pondasi utamanya justru berakar dari daerah. Inisiatif seperti yang dilakukan Kota Padang inilah yang akan mengakselerasi kemajuan bangsa Indonesia,” jelas Wamen Fauzan.


Wamen Fauzan mengaitkan penguatan pendidikan daerah dengan pandangan Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.


“Kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ada di bangsa itu, karena itu setiap negara yang berhasil harus investasi besar-besaran di bidang pendidikan,” tegas Wamen Fauzan.


Menurut Wamen Fauzan, investasi pendidikan perlu diterjemahkan menjadi penguatan kualitas manusia di daerah. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting untuk menghubungkan pendidikan dengan riset, inovasi, dan kebutuhan pembangunan wilayah. Dalam konteks Padang, penguatan kualitas sumber daya manusia dan konektivitas internasional menjadi modal untuk mengembangkan kota tersebut sebagai kota pendidikan yang semakin terbuka terhadap dunia.


“Kota global tidak dibangun hanya dengan infrastruktur. Kota global dibangun oleh manusia yang berpikiran global. Karena itu, kalau Padang ingin menjadi kota global, pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utamanya,” ungkap Wamendiktisaintek.


Selaras dengan kebijakan Wali Kota Padang, Fadly Amran yang mengatakan bahwa pemerintahannya ingin memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring internasional.


“Kami ingin pendidikan menjadi pintu bagi anak-anak Padang untuk melihat dunia, sekaligus membawa dunia datang ke Padang. Karena itu, kerja sama internasional harus kita manfaatkan untuk membuka lebih banyak kesempatan belajar, pertukaran, riset, dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda,” tegas Wali kota Padang.


Penguatan kerja sama tersebut juga mendapat respons positif dari Chief Executive Officer (CEO) Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin. CEO Novie menilai hubungan pendidikan Indonesia dan Malaysia memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui mobilitas mahasiswa, akademisi, dan kerja sama antarinstitusi.


“Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang sangat dekat, termasuk dalam bidang pendidikan. Kami melihat banyak peluang yang dapat dikembangkan bersama, khususnya untuk memperluas mobilitas mahasiswa, pertukaran akademisi, serta kerja sama antarlembaga pendidikan,” jelas CEO EMGS.


Dalam forum tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia menawarkan sejumlah peluang kerja sama, antara lain graduate pass, pendidikan transnasional, pertukaran pelajar dan akademisi, dual qualification, serta Beasiswa Internasional Malaysia untuk jenjang magister dan doktoral.


Berdasarkan data Education Malaysia Global Services (EMGS), hingga Maret 2026 tercatat 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Malaysia. Data tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pendidikan kedua negara sekaligus besarnya ruang untuk memperluas kolaborasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.


Wamen Fauzan menegaskan kerja sama tersebut perlu diarahkan pada manfaat konkret bagi masyarakat. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra internasional perlu membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung agar potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan nasional.


“Mari kita jadikan pendidikan sebagai gerakan bersama. Pemerintah daerah membangun ekosistemnya, perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha membuka ruang bagi talenta, dan mitra internasional memperluas jejaring. Dari daerah kita bangun manusia Indonesia, dan dari manusia yang kuat kita bangun Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global ,” jelas Wamen Fauzan.


Dalam acara tersebut turut hadir CEO Education Malaysia Global Services (EMGS) Novie Tajuddin, Rektor Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Prof. Dr. Ilham Sentosa, Rektor UNP Krismadinata, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi mewakili Gubernur Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, perwakilan CUCAS Tiongkok, pimpinan DMDI, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Padang, para rektor perguruan tinggi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.



/

5

Ulas Sekarang