Banda Aceh-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses siswa Indonesia menuju perguruan tinggi terbaik dunia melalui Program Sekolah Garuda. Penuturan ini disampaikan oleh Wamen Stella pada kunjungannya ke SMA 10 Fajar Harapan yang merupakan Sekolah Garuda Transformasi, Kamis (7/5).
Wamendiktisaintek juga menegaskan bahwa Program Sekolah Garuda Transformasi dirancang untuk membina siswa-siswi dapat masuk ke perguruan tinggi terbaik dunia. Wamen Stella juga menyampaikan capaian strategis SMA 10 Fajar harapan setelah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi.
“Sebelum bergabung menjadi Sekolah Garuda Transformasi, hanya satu siswa dari Fajar Harapan yang berhasil diterima di Top 100 World University. Pada tahun ini, setelah mendapatkan program Garuda Transformasi, ada empat belas siswa yang mendapatkannya,” jelas Wamen Stella.
Wamen Stella menilai keberhasilan tersebut bukan semata karena peningkatan kemampuan akademik dalam waktu singkat, melainkan hasil dari sinergi antara strategi pendampingan, penguatan profil siswa, dan pembukaan akses global.
Siswa Rasakan Dampak Nyata Program Sekolah Garuda Transformasi
Para siswa SMA 10 Fajar Harapan kemudian menyampaikan pendapat bahwa Program Sekolah Garuda Transformasi memberikan pengalaman baru dan memperluas wawasan mereka terhadap peluang pendidikan global. Salah satunya adalah Fathina Almahira Sakhi yang telah menerima LoA dari delapan Perguruan tinggi terbaik dunia menuturkan pengalamannya menerima bimbingan intensif sejak November tahun 2025.
“Saya merasakan bagaimana rasanya benar-benar dipersiapkan untuk (kuliah) di luar negeri. Jadi saya juga merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar dari program ini,” tutur Fathina.
Penuturan lainnya disampaikan oleh M. Kafka yang menyampaikan bahwa program pendampingan yang diberikan sangat intensif meskipun dalam waktu yang terbatas, bahkan terkendala bencana hidrometeorologi yang menimpa Aceh beberapa waktu lalu.
“Karena persiapan yang cukup intensif dan dibantu oleh guru-guru hebat. Alhamdulillah, kami bisa mencapai prasyarat yang diperlukan,” tutur Kafka menutup pertemuan para siswa yang telah menerima LoA dengan Wamen Stella.
Lebih lanjut Wamendiktisaintek juga menyoroti kemampuan yang dimiliki siswa Indonesia yang belum mendapatkan akses dan pengakuan internasional karena kurangnya eksposur dan pendampingan. Oleh karena itu, Wamen Stella turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mendukung dan memberikan bimbingan secara intensif, sehingga para siswa berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LoA).
“Kita buka kan aksesnya, tetapi tentu saja kalau hanya kami sendirian tidak bisa. Upaya yang kami lakukan ini mungkin hanya sekitar 30 persen, 70 persennya itu berasal dari adik-adik sendiri,” tutur Wamen Stella.
Dukungan perluasan akses menuju perguruan tinggi terbaik dunia juga hadir dari Pemerintah daerah (Pemda). Melalui Dinas Pendidikan Aceh, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) percepatan untuk mendukung pembangunan SMA Garuda di Aceh Utara.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Aceh, Murthalamuddin menegaskan komitmen Pemda Aceh dalam mempercepat pembangunan Sekolah Garuda di Aceh yang diharapkan dapat melahirkan generasi unggul yang mampu membawa perubahan bagi Aceh.
“Karena itu harapan kami kepada SMA Garuda dan Garuda Transformasi adalah lahirnya generasi-generasi baru Aceh. Generasi yang mampu membaca, mengolah, mendistribusikan, dan memberi nilai tambah kepada produk-produk lokal. Generasi yang mampu membawa Aceh masuk ke dalam ekonomi global dan menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia,” tegas Kadis Murthalamuddin.
Dalam keterangannya, Kadis Murthalamuddin juga menyampaikan pemilihan lokasi pembangunan sekolah garuda di Aceh Utara sebagai ruang pertemuan dan asimilasi antara komunitas Aceh dan masyarakat transmigrasi Jawa yang selama ini hidup harmonis, namun memiliki ruang interaksi yang terbatas.
Sebagai infomasi, Wamendiktisaintek sebelumnya telah melakukan peninjauan di tiga lokasi calon sekolah garuda di Aceh Utara, yaitu Bukit Seuntang, Trieng Matang Ubi, dan Gampong Beuringen.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






