Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan dukungannya terhadap arah pembangunan nasional yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029 sebagai langkah strategis Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Komitmen tersebut sejalan dengan agenda transformasi nasional yang menempatkan penguatan sumber daya manusia, riset, dan inovasi sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Indonesia telah berada dalam kategori negara berpendapatan menengah selama lebih dari tiga dekade, sehingga diperlukan lompatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing untuk mencapai status negara maju. Hal tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) RKP Tahun 2027 yang dihadiri oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco di Jakarta, Kamis (7/5).
Kemdiktisaintek memandang bahwa transformasi ekonomi nasional tidak terlepas dari pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan. Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta unggul, penghasil inovasi, sekaligus motor penggerak hilirisasi riset yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi bertahap yang diproyeksikan meningkat dari 6,3% pada 2026 hingga 7,7% pada 2028, Kemdiktisaintek terus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah daerah. Selain itu, Kemdiktisaintek juga mendorong peningkatan kualitas riset dan teknologi di berbagai sektor strategis, termasuk pangan, energi, kesehatan, teknologi digital, hingga industri berbasis sumber daya alam. Penguatan riset terapan dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional serta mempercepat pertumbuhan ekonomi yang merata.
Kebijakan pembangunan yang diarahkan pada penguatan kawasan di luar Pulau Jawa turut menjadi perhatian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi dan riset nasional. Kemdiktisaintek mendukung pengembangan potensi daerah berbasis karakteristik wilayah, termasuk penguatan pusat unggulan riset dan vokasi di kawasan timur Indonesia guna menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing secara global. Melalui dukungan riset, inovasi, dan kolaborasi yang kuat, pendidikan tinggi diharapkan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia maju dan berdaya saing tinggi.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






