Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Global Pendidikan Kedokteran bersama Harvard Medical School

Kabar

07 May 2026 | 21.00 WIB

Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Global Pendidikan Kedokteran bersama Harvard Medical School

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dorong penguatan kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan kedokteran, riset kesehatan, dan pengembangan layanan kesehatan primer berbasis komunitas. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan delegasi Harvard Medical School di Kantor Kemdiktisaintek, Kamis (7/5).

Dalam sambutannya, Menteri Brian menyampaikan apresiasi atas komitmen Harvard Medical School dalam membangun kemitraan bersama institusi di Indonesia. Kolaborasi global menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat senang menerima delegasi Harvard Medical School hari ini dan berharap kolaborasi ini dapat berkembang melalui berbagai program bersama, mulai dari pertukaran akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga riset bersama yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kesehatan, khususnya terkait penyakit tropis dan penguatan layanan kesehatan primer. Kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi global seperti Harvard Medical School diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi serta penguatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Dean for Research Initiatives and Global Programs, Harvard Medical School, David Golan menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan layanan kesehatan primer global berbasis komunitas. Model kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga tidak hanya terpusat di kota besar maupun rumah sakit besar.

Dean David juga menyampaikan keterbukaan untuk mendukung program pertukaran mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari Indonesia melalui berbagai program pelatihan, pendidikan, dan riset kolaboratif.

“Harvard Medical School menyambut mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk mengikuti pelatihan serta pertukaran di bidang pendidikan dan riset. Kami meyakini program kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua pihak,” ujar Dean David.

Selain pengembangan joint research dan pertukaran akademik, kedua pihak juga membahas penguatan kapasitas peneliti, pengembangan publikasi ilmiah bersama, workshop akademik, serta pengembangan model layanan kesehatan primer berbasis komunitas yang lebih dekat dengan masyarakat.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyampaikan bahwa penguatan layanan kesehatan primer dan pengembangan academic health system menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan kedokteran di Indonesia, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek, Junaidi Khotib menekankan pentingnya penguatan kapasitas peneliti dan pengembangan joint research melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, termasuk melalui program pertukaran staf akademik.

Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya riset berbasis data dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Indonesia, termasuk penguatan pendidikan dokter dan tenaga kesehatan primer yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kemitraan strategis dengan berbagai mitra global, Kemdiktisaintek terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa, termasuk di bidang kesehatan.

Pertemuan turut dihadiri perwakilan Universitas Harkat Negeri (UHN), Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), serta jajaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang