Program Kosabangsa Perkuat Diktisaintek Berdampak melalui Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

Kabar

25 Juni 2026 | 16.30 WIB

Program Kosabangsa Perkuat Diktisaintek Berdampak melalui Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

Denpasar – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), menyelenggarakan Seminar Hasil Pelaksanaan Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 di Universitas Warmadewa, Denpasar, Kamis (25/6).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meninjau capaian pelaksanaan Program Kosabangsa sekaligus memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Seminar Hasil juga menjadi ruang evaluasi, refleksi, serta berbagi praktik baik guna memperkuat kualitas pelaksanaan program dan kolaborasi antarpemangku kepentingan ke depan.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, M. Fauzan Adziman, dalam sambutannya secara daring menegaskan bahwa Program Kosabangsa merupakan salah satu instrumen penting Kemdiktisaintek untuk memastikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dapat menjawab kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi yang lebih kuat antarpemangku kepentingan.

“Keberhasilan Program Kosabangsa tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan atau aspek administrasi semata, tetapi sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat dari pelaksanaan program tersebut. Teknologi yang diterapkan harus dapat dimanfaatkan, kapasitas masyarakat semakin meningkat, dan keberlanjutan program perlu terus diperkuat,” ujar Dirjen Fauzan.

Lebih lanjut, Dirjen Risbang menyampaikan bahwa Program Kosabangsa ke depan diharapkan berkembang melalui skema kolaborasi yang lebih luas dengan penguatan konsorsium dan ekosistem pendanaan sehingga skala pelaksanaan program dapat ditingkatkan, baik dari sisi wilayah maupun penguatan dampak yang diharapkan.

Menurut Dirjen Fauzan, program ini perlu terus diarahkan untuk membangun solusi yang holistik dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan mempertemukan perguruan tinggi pelaksana yang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami konteks lokal, serta perguruan tinggi pendamping yang berperan memperkuat mutu program melalui kapasitas keilmuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menekankan bahwa Seminar Hasil ini merupakan bagian dari akuntabilitas pelaksanaan program sekaligus ruang untuk menunjukkan berbagai hasil, pengalaman, dan praktik baik yang berkembang melalui Program Kosabangsa.

“Perguruan tinggi perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui hasil riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi bagi pembangunan,” ujar Direktur DPPM, Ketut.

Direktur DPPM juga menyampaikan bahwa keberhasilan inovasi tidak berhenti pada lahirnya produk atau teknologi, tetapi juga memerlukan ekosistem pendukung, mulai dari sains, teknologi, regulasi, pasar, hingga budaya, agar dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII yang diwakili oleh I Made Adi Kartika Yasa menyampaikan bahwa Seminar Hasil Program Kosabangsa memiliki makna strategis karena mempertemukan tanggung jawab akademik, pembelajaran dari pelaksanaan program, serta keberlanjutan manfaat yang diharapkan dapat terus dikembangkan.

“Ilmu pengetahuan adalah airnya, perguruan tinggi merupakan hulu sekaligus pengatur alirannya, sedangkan masyarakat menjadi ruang yang menerima manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, I Gde Suranaya Pandit, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Warmadewa sebagai tuan rumah Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025. Program ini menjadi salah satu ruang kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai solusi terhadap tantangan pembangunan melalui pendekatan berbasis kebutuhan dan kondisi lokal.

Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 di Denpasar diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas 60 Ketua Tim Pelaksana dan 60 Ketua Tim Pendamping dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain Seminar Hasil, kegiatan juga diisi dengan peninjauan berbagai produk inovasi hasil pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan melalui Program Kosabangsa.

Melalui Program Kosabangsa, Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berkontribusi terhadap upaya menjawab berbagai persoalan masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang