Medan – Tim Mahasiswa Berdampak Politeknik Negeri Medan menghadirkan Inovasi Cold Storage Portable Tanggap Bencana Berbasis PLTS untuk Logistik Pangan guna mendukung penyimpanan logistik pangan sekaligus membantu pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Inovasi tersebut dipresentasikan dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di Universitas Prima Indonesia, Medan, Kamis (2/7).
Inovasi ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan penting masyarakat pascabencana, yaitu ketersediaan fasilitas penyimpanan bahan pangan dan akses terhadap sumber energi yang tetap dapat digunakan ketika pasokan listrik terganggu. Sistem cold storage dapat beroperasi selama 24 jam dengan memanfaatkan energi surya, sehingga mendukung keberlanjutan proses produksi dan penyimpanan produk UMKM.
Dosen pembimbing tim Politeknik Negeri Medan, Supriyanto, menjelaskan bahwa timnya telah lama mengembangkan dan menerapkan teknologi energi terbarukan melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ketika mengetahui dampak bencana di Aceh Tamiang, tim kemudian berupaya menerapkan keahlian tersebut untuk membantu masyarakat memulihkan aktivitas ekonominya.
“Dengan inovasi yang kami buat ini, cold storage dapat tetap beroperasi selama 24 jam menggunakan tenaga surya. Seluruh kebutuhan dan spesifikasinya telah kami hitung dan rencanakan agar benar-benar dapat dimanfaatkan oleh UMKM,” ujar Supriyanto.
Selain berbasis energi terbarukan, sistem tersebut dirancang secara portabel agar dapat dipindahkan sesuai kebutuhan masyarakat. Tim juga menyusun buku panduan yang memuat tata cara pengoperasian, penonaktifan, pemindahan perangkat, keselamatan kerja, serta langkah-langkah perawatan sistem.
Mahasiswa anggota tim, Riska Aini Putri, menyampaikan keterlibatan mahasiswa tidak hanya terbatas pada pemasangan panel surya dan cold storage. Mahasiswa juga terlibat sejak tahap koordinasi, identifikasi kebutuhan masyarakat, pembersihan lokasi UMKM, pendampingan proses produksi, hingga pemantauan dan evaluasi penggunaan perangkat.
“Kami membantu membersihkan lokasi UMKM yang sebelumnya penuh lumpur agar dapat digunakan kembali. Kami juga berbaur, berbagi cerita, dan membantu kegiatan masyarakat. Setelah pemasangan selesai, panel surya dan cold storage dapat digunakan dengan baik selama 24 jam,” jelasnya.
Sebelum menentukan teknologi yang diterapkan, tim terlebih dahulu berkomunikasi dengan mitra untuk memahami persoalan yang mereka hadapi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan fasilitas penyimpanan produk, sementara kondisi kelistrikan pascabencana belum sepenuhnya stabil. Atas dasar kebutuhan tersebut, tim mengintegrasikan cold storage dengan sistem tenaga surya.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat turut membangun hubungan sosial yang erat. Pada awal pelaksanaan, masyarakat masih memerlukan waktu untuk memahami tujuan kedatangan tim. Namun, melalui komunikasi dan keterlibatan langsung dalam aktivitas sehari-hari, keberadaan mahasiswa dapat diterima dengan baik.
“Setiap hari kami berkomunikasi, membantu membersihkan lingkungan, dan ikut dalam kegiatan masyarakat. Hubungan kami menjadi sangat dekat. Bahkan, masyarakat sering bertanya kapan kami akan datang kembali dan apakah program ini akan dilaksanakan lagi,” tutur Riska.
Pengalaman tersebut juga menumbuhkan empati dan rasa syukur di kalangan mahasiswa. Mereka tidak hanya menyaksikan dampak bencana melalui media, tetapi melihat secara langsung kerusakan, keterbatasan, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, perguruan tinggi didorong untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai pembelajar, inovator, dan bagian dari masyarakat yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan pascabencana.
Humas Ditjen Risbang
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#Kemdiktisaintek
#DitjenRisbang
#BIMA
#Pengabdian
#MahasiswaBerdampak
#DiktisaintekBerdampak







