Kemdiktisaintek dan I4 Perkuat Kolaborasi Ilmuwan Diaspora untuk Ekosistem Riset Berkelanjutan

Kabar

21 Agustus 2026 | 19.15 WIB

Kemdiktisaintek dan I4 Perkuat Kolaborasi Ilmuwan Diaspora untuk Ekosistem Riset Berkelanjutan

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan peran ilmuwan diaspora Indonesia dalam ekosistem riset dan pendidikan tinggi nasional melalui kolaborasi yang lebih terstruktur dengan perguruan tinggi di Indonesia. Hal tersebut dibahas saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima audiensi Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), Hendro Wicaksono, Kamis (21/8).

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang untuk mengoptimalkan kepakaran, jejaring, dan pengalaman internasional ilmuwan Indonesia di luar negeri agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di Indonesia.

Salah satu bentuk kolaborasi yang dibahas adalah pengembangan cross-assignment dan double affiliation antara diaspora dengan perguruan tinggi di Indonesia. Skema tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi diaspora untuk terlibat secara lebih langsung dalam kegiatan akademik dan riset, termasuk membangun research group, melakukan pendampingan, serta mengembangkan kolaborasi dengan peneliti dan dosen di perguruan tinggi Indonesia.

“I4 ingin menjadi jembatan yang menghubungkan diaspora ilmuwan Indonesia dengan ekosistem riset nasional. Melalui skema program-program ini, kami berharap kontribusi diaspora dapat berlangsung lebih berkelanjutan, bukan hanya melalui forum atau kegiatan tahunan,” ujar perwakilan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4).

Dalam pertemuan tersebut, I4 juga menyampaikan rencana untuk mengembangkan skema kolaborasi yang lebih terstruktur dengan melibatkan diaspora berdasarkan bidang keahlian dan kebutuhan strategis. Pengelompokan keahlian tersebut antara lain mencakup bidang kecerdasan artifisial (AI), health and life sciences, teknologi dan material, bisnis, serta ilmu sosial dan kebijakan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah Indonesia. Keterlibatan diaspora yang memiliki pengalaman di berbagai institusi riset dan perguruan tinggi dunia dapat diarahkan untuk memperkuat jejaring penelitian, membangun kelompok riset, serta membuka akses kolaborasi internasional bagi peneliti dan mahasiswa di Indonesia.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Kemdiktisaintek mendorong agar diaspora ilmuwan Indonesia dapat menjadi bagian yang semakin terintegrasi dari ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia, memperkuat kapasitas talenta dan peneliti, serta mempercepat kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#PentingSaintek

#KampusBerdampak


/

5

Ulas Sekarang