Indonesia dan South Australia Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset Internasional

Kabar

18 Juni 2026 | 19.00 WIB

Indonesia dan South Australia Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset Internasional

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) delegasi South Australia untuk membahas peluang penguatan kerja sama pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset antara Indonesia dan Australia. Delegasi diterima oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (18/6). 

Dalam pertemuan, Dirjen Saintek menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

“Kolaborasi dengan universitas dan komunitas akademik Australia merupakan salah satu cara yang baik untuk membangun praktik akademik yang berkualitas, bukan sekadar mencantumkan nama dalam publikasi, tetapi menghadirkan kolaborasi yang nyata antara komunitas akademik Indonesia dan Australia,” ujar Dirjen Saintek.

Dirjen Saintek juga menyampaikan bahwa Australia merupakan salah satu tujuan studi yang diminati oleh mahasiswa Indonesia. Selain melalui pendidikan tinggi, hubungan kedua negara juga terus berkembang melalui berbagai kerja sama penelitian dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Berdasarkan data per April 2026, terdapat 913 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia yang mencakup Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Arrangement (IA). Bentuk kerja sama yang banyak dilakukan antara lain penelitian bersama, pengembangan kurikulum dan program akademik, penyelenggaraan seminar atau konferensi ilmiah, program gelar ganda, serta pertukaran mahasiswa.

Dirjen Saintek lebih lanjut menguraikan sejumlah program prioritas kementeriam dalam mendukung pengembangan talenta sains dan teknologi, termasuk Program Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan peserta didik Indonesia agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan tinggi berkualitas dan peluang pengembangan kapasitas di bidang sains dan teknologi.

Kemdiktisaintek juga terus mendorong kolaborasi riset internasional melalui kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di berbagai negara. Indonesia dan Australia selama ini telah bekerja sama melalui sejumlah skema pendanaan riset, termasuk program Kolaborasi untuk Pengetahuan, Inovasi, dan Teknologi Australia–Indonesia (KONEKSI) yang mendukung penelitian kolaboratif pada sejumlah bidang prioritas, antara lain transisi energi, transformasi digital, pendidikan, serta isu lingkungan dan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Vice-Chancellor dan President Flinders University, Colin Stirling, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berdialog dengan Kemdiktisaintek, serta menegaskan komitmen Flinders University untuk terus memperkuat hubungan dengan berbagai institusi di Indonesia melalui pendidikan dan riset.

Saat ini, Flinders University memiliki kolaborasi dengan sekitar 50 institusi di Indonesia serta berbagai publikasi ilmiah bersama dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia. Pada kesempatan ini, President Flinders University menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam pendidikan tinggi, tetapi juga pada bidang sains, teknologi, dan pengembangan talenta untuk menghadapi kebutuhan masa depan.

Sementara itu, delegasi South Australia memaparkan berbagai inisiatif yang telah dan sedang dilakukan dalam rangka memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, dunia industri, serta ekosistem inovasi. Diskusi juga menekankan urgensi penguatan kualitas lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi global, tetapi juga pengalaman praktis di dunia industri serta kemampuan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian bersama antara lain kesehatan, pendidikan, transisi energi, mineral kritis, ketahanan pangan, dan bidang strategis lainnya yang relevan dengan kebutuhan kedua pihak.

Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong kerja sama internasional yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan kapasitas riset, dan pengembangan talenta Indonesia. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara institusi pendidikan tinggi dan para pemangku kepentingan dari Indonesia dan South Australia.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak


/

5

Ulas Sekarang