Medan– Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menutup kegiatan *Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026* pada Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap kontribusi perguruan tinggi, dosen pendamping, dan terutama mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, dalam arahannya menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat. Menurutnya, berbagai solusi yang telah dikembangkan mahasiswa dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya membagikan hibah, tetapi kami di sini untuk mendampingi dan membantu mengantarkan Bapak dan Ibu sekalian sejauh-jauhnya. Kami ingin solusi-solusi ini bisa menjadi bahan dasar agar ke depan, jika terjadi bencana di wilayah lain, daerah tersebut bisa belajar dari apa yang sudah dibangun di sini,” tegas Fauzan.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pemberian penghargaan kepada para pelaksana program terbaik melalui enam kategori, yaitu Poster Program Terbaik, Video Program Terbaik, Produk Hasil Pemberdayaan Terbaik, Dosen Pendamping Inspiratif, Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik, serta Program Mahasiswa Berdampak Terbaik 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas pelaksanaan, inovasi, kebermanfaatan, serta dampak program di masyarakat.
Untuk kategori Poster Program Terbaik, *Gold Winner* diberikan kepada UKM Rabbani, Universitas Andalas. Untuk kategori Video Program Terbaik, *Gold Winner* diraih oleh Society of Renewable Energy, Politeknik Negeri Medan. Untuk kategori Produk Hasil Pemberdayaan Terbaik, penghargaan tertinggi diberikan kepada tim dari Universitas Teuku Umar.
Sementara itu, kategori Dosen Pendamping Inspiratif diberikan kepada perwakilan dari Universitas Samudra. Kategori Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik diberikan kepada tim dari Universitas Jambi. Adapun penghargaan paling bergengsi, yaitu Program Mahasiswa Berdampak Terbaik 2026, diberikan kepada tim HIMA, Universitas Jambi.
Peraih penghargaan Program Mahasiswa Berdampak Terbaik 2026 yang diwakili oleh mahasiswa Universitas Jambi, Derma, menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami persoalan, tetapi juga ikut menghadirkan solusi nyata.
“Kami merasa sangat senang dan bangga karena dengan adanya program ini, kami bukan hanya menjadi mahasiswa yang mengkritisi masalah yang ada, tetapi ikut memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi di masyarakat, serta mengimplementasikan apa yang telah diajarkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bencana di Sumatra,” ujar Derma.
Dalam penutupannya, Fauzan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari kerja bersama yang lebih besar antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat.
“Penghargaan malam hari ini adalah awal. Kita akan terus bekerja sama dengan mahasiswa. Jumlah mahasiswa kita sangat besar, dan mereka adalah masa depan kita. Bayangkan jika mahasiswa bersatu dan bergerak bersama-sama,” ujar Fauzan.
Melalui kegiatan ini, Ditjen Risbang berharap Program Mahasiswa Berdampak dapat terus menjadi wahana penguatan peran perguruan tinggi dalam pemulihan pascabencana, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, serta kolaborasi sosial. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi juga dapat hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat ketangguhan bangsa.







