Perjalanan Hutama Puranto Aji, S.Pt., M.Pt. menunjukkan perpaduan kuat antara pengalaman industri dan dunia akademik. Dosen Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Jember (Polije) ini kini berperan aktif dalam pengembangan Teaching Factory (Tefa) Milk sebagai sarana pembelajaran vokasi berbasis industri.
Ketertarikan Hutama terhadap dunia persusuan tumbuh sejak masa kuliah. Ia aktif mendalami pengolahan hasil ternak melalui kegiatan laboratorium, khususnya pada proses pengolahan susu yang menuntut ketelitian dan penguasaan sains pangan.
“Sejak pertama kali mengenal proses pasteurisasi, saya tertarik menekuni pengolahan susu karena membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab tinggi,” ungkap Hutama.
Pengalaman tersebut semakin matang saat ia mengikuti program magang di industri pengolahan susu berskala besar. Di sana, Hutama mempelajari berbagai tahapan produksi, mulai dari susu pasteurisasi hingga pengembangan produk turunan seperti keju dan butter.
Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2017, Hutama terjun langsung ke dunia industri sebagai Quality Control (QC) dan Research & Development (R&D). Ia bertanggung jawab memastikan produk susu memenuhi standar mutu, keamanan pangan, serta sertifikasi yang berlaku, sekaligus terlibat dalam pengembangan inovasi produk.
“Pengendalian mutu dan inovasi harus berjalan beriringan agar produk susu tetap aman dan berkualitas,” jelasnya.
Pada 2025, Hutama kembali ke dunia akademik sebagai dosen di Polije dan bergabung dalam tim teknis Tefa Milk. Di unit ini, ia mengawal produksi susu pasteurisasi, susu steril, dan susu UHT, sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam praktik industri dan riset terapan.
“Melalui Tefa Milk, kami ingin menunjukkan bahwa kampus vokasi mampu menghasilkan produk nyata sekaligus menjadi ruang belajar berbasis industri bagi mahasiswa,” tegas Hutama.
Dengan bekal pengalaman industri dan akademik, Hutama berkomitmen mendukung penguatan pendidikan vokasi serta ketahanan pangan melalui inovasi pengolahan susu yang berkelanjutan.





