Ditjen Risbang Dorong Konsorsium Riset Kalimantan Berbasis Kebutuhan Lokal

Kabar

13 May 2026 | 13.45 WIB

Ditjen Risbang Dorong Konsorsium Riset Kalimantan Berbasis Kebutuhan Lokal

Ibu Kota Nusantara – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan budaya riset perguruan tinggi di Kalimantan melalui pembentukan konsorsium riset berbasis kebutuhan dan konteks lokal.


Hal tersebut disampaikan Dirjen Risbang, Fauzan Adziman, dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (9/5).


Dirjen Risbang menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Kalimantan memiliki peran strategis dalam membangun riset yang relevan dengan kebutuhan daerah, masyarakat, dan industri. Menurutnya, agenda riset perlu dimulai dari rumusan masalah yang benar-benar lahir dari konteks lokal.


“Kami ingin riset perguruan tinggi di Kalimantan berbasis pada pemecahan masalah nyata dan menjawab tantangan masyarakat serta industri. Rumusan masalahnya harus dari kebutuhan riil Kalimantan,” ujar Dirjen Fauzan.


Kemdiktisaintek membuka ruang afirmasi bagi penguatan riset perguruan tinggi di Kalimantan. Salah satu arah yang didorong adalah melalui pembentukan konsorsium riset yang mampu mengidentifikasi masalah prioritas dan menentukan payung riset bersama. 


Konsorsium tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi lintas kampus, lintas disiplin, dan lintas sektor dengan dukungan LLDikti dan pemerintah daerah.


“Kami mendorong kampus-kampus di Kalimantan untuk menyusun prioritas bersama. Konsorsium harus memiliki keterhubungan dalam menyelesaikan masalah. Jika bidang prioritasnya sudah jelas, Ditjen Risbang dapat membantu mengarahkan dukungan program dan pendanaan yang sesuai,” jelasnya.


Dalam sesi diskusi, salah satu isu yang mengemuka ialah pentingnya transformasi Kalimantan menuju sektor ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Beberapa peserta menyoroti kebutuhan riset terkait pemanfaatan lahan eks tambang, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, hilirisasi komoditas unggulan, serta penguatan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat lokal.


“Yang diperlukan saat ini adalah peneliti dan konsorsium yang kuat dari Kalimantan, karena merekalah yang paling memahami konteks, kebutuhan, dan potensi wilayahnya,” tutur Dirjen Fauzan.


Melalui forum ini, Ditjen Risbang berharap perguruan tinggi di Kalimantan dapat segera berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk bersama mengidentifikasi masalah prioritas. Hasil identifikasi tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program riset kolaboratif yang lebih fokus, berdampak, dan berkelanjutan.


Riset perguruan tinggi harus bermuara pada manfaat nyata. Karena itu, kolaborasi antara kampus, LLDikti, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat menjadi kunci agar hasil riset dapat diimplementasikan sebagai solusi bagi pembangunan Kalimantan.

/

5

Ulas Sekarang