Aksara Mahasiswa Kemdiktisaintek, Siapkan Agen Perubahan

Kabar

04 Agustus 2026 | 21.30 WIB

Aksara Mahasiswa Kemdiktisaintek, Siapkan Agen Perubahan

Semarang-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa).


Upaya tersebut diperkuat melalui Sosialisasi, dan Bimbingan Teknis Penulisan Proposal Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Selasa (4/8). Kegiatan ini diikuti dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.


Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Direktur DPPM), I Ketut Adnyana, dalam sambutannya secara daring menyampaikan bahwa Program Aksara Mahasiswa dirancang sebagai ruang belajar yang memberikan manfaat ganda. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.


"Program Aksara Mahasiswa memiliki dua tujuan yang harus berjalan beriringan. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang nyata, sedangkan masyarakat memperoleh manfaat yang jelas dari kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa bersama dosen pendamping," ujar Direktur Ketut.


Direktur DPPM menjelaskan, mahasiswa menjadi pelaku utama dalam setiap tahapan program, sedangkan dosen berperan sebagai pendamping yang memastikan kualitas pelaksanaan sekaligus menjembatani hasil riset, teknologi, dan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.


Menurut Direktur DPPM, Program Aksara Mahasiswa Tahun 2026 memiliki dua skema, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular. Aksara Peduli berfokus pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, seperti ketahanan pangan, energi, kesehatan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ekonomi biru, hingga isu-isu lain yang sesuai dengan karakteristik wilayah sasaran.


Sementara itu, Aksara Sirkular diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumber melalui edukasi, pemilahan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan ekonomi sirkular.

Direktur DPPM menekankan bahwa setiap proposal harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan menghadirkan solusi yang dapat terus berlanjut setelah program selesai.


"Dalam Aksara Sirkular, pengelolaan sampah harus dipandang sebagai sebuah sistem. Tidak cukup hanya menyediakan alat, tetapi juga harus disertai edukasi, perubahan perilaku masyarakat, penguatan kelembagaan, serta memastikan hasil pengolahan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Itulah yang kami sebut sebagai transformasi sosial," jelas Direktur DPPM.


Selain itu, Direktur DPPM mengingatkan bahwa proposal yang berkualitas harus dibangun di atas tiga unsur utama, yaitu persoalan yang jelas, mitra yang siap berkolaborasi, serta teknologi atau inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


"Usulan yang baik ditopang oleh tiga hal, yaitu masalah yang nyata, mitra yang siap terlibat, serta teknologi dan inovasi yang tepat guna. Setiap teknologi yang diusulkan harus memiliki hubungan yang jelas dengan persoalan yang akan diselesaikan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Direktur Ketut.


Karena itu, mahasiswa diharapkan berperan aktif dalam seluruh proses, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, menyusun rencana kerja, membangun komunikasi dengan mitra, menerapkan teknologi, hingga melakukan pendampingan dan evaluasi program.


Kepala Lembaga (Kalem) Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Indah Palupi, mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini untuk memahami arah kebijakan Program Aksara Mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan program di lapangan.


"Melalui sosialisasi ini kami berharap seluruh peserta dapat memahami arah kebijakan, mekanisme, dan tujuan Program Aksara Mahasiswa Tahun 2026. Manfaatkan forum ini untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun jejaring kolaborasi sehingga proposal yang disusun benar-benar berkualitas dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Kepala LLDikti Wilayah VI.


Menurut Kalem LLDikti VI, hasil penelitian mahasiswa tidak seharusnya berhenti sebagai laporan akademik, melainkan perlu diimplementasikan dan didiseminasikan agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci lahirnya inovasi yang berdampak dan berkelanjutan.


Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan Program Aksara Mahasiswa, mekanisme pengusulan, persyaratan, luaran program, sistematika penyusunan proposal Aksara Peduli dan Aksara Sirkular, hingga tata kelola administrasi dan keuangan. Forum ini juga menjadi ruang diskusi bagi narasumber, dosen, dan mahasiswa untuk menyempurnakan proposal yang akan diimplementasikan di berbagai daerah.


Udinus sebagai tuan rumah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Aksara Mahasiswa dan siap mendorong mahasiswanya terlibat aktif dalam merancang serta melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Melalui Program Aksara Mahasiswa, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat, program ini diharapkan melahirkan Semangat 


Diktisaintek Berdampak melalui berbagai solusi yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan di berbagai daerah.


Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak

/

5

Ulas Sekarang