Boalemo-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo, untuk meninjau kesiapan calon lahan di Kecamatan Wonosari dan Tilamuta, yang diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda, Selasa (10/2).
Wamen Stella menegaskan bahwa sekolah ini akan mengusung konsep berasrama dengan tiga pilar utama: pemerataan akses pendidikan, inkubator pemimpin bangsa, serta prestasi akademik dan pengabdian masyarakat.
“Presiden menginginkan anak-anak dari seluruh Nusantara memiliki wawasan global namun tetap menjaga kepekaan lokal. Sekolah ini akan menjadi inkubator pemimpin bangsa yang memahami kebinekaan dalam satu asrama,” ujar Wamen Stella.
Dalam pemaparannya, Wamendiktisaintek menyoroti fakta masih minimnya representasi mahasiswa Indonesia di universitas elit dunia, seperti Harvard. Wamen Stella menceritakan pengalaman pribadinya untuk memotivasi pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.
“Masuk Harvard University itu sangat sulit. Selama empat tahun saya menempuh studi S1 di sana, saya adalah satu-satunya orang Indonesia. Kita punya banyak anak berbakat di pelosok, namun peluangnya tidak merata karena keterbatasan biaya dan fasilitas,” ungkap Wamen Stella.
Sebagai solusi, Sekolah Unggul Garuda hadir untuk memberikan beasiswa penuh sebesar 80% bagi siswa selama masa SMA. Lebih lanjut, pemerintah berkomitmen memberikan beasiswa kuliah penuh bagi lulusan sekolah ini yang berhasil menembus 100 besar perguruan tinggi terbaik dunia.
“Jika ada putra-putri Gorontalo yang berhasil menembus kampus top dunia, seperti Stanford University, namun terkendala biaya, pemerintah akan hadir memberikan beasiswa penuh,” tegas Wamen Stella.
Dukungan Daerah dan Program Integrasi
Selain fokus pada infrastruktur pendidikan, Wamen Stella juga menekankan pentingnya sinergi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kecukupan gizi menjadi faktor krusial yang berdampak langsung pada semangat dan prestasi siswa di sekolah.
Pembangunan Sekolah Unggul Garuda diharapkan tidak hanya melakukan revitalisasi fisik bangunan, tetapi juga menjadi standar baru pemerataan kualitas pengajar di seluruh Indonesia, sehingga inisiatif strategis pemerintah untuk mencetak generasi muda Indonesia agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dunia, dapat terwujud.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali, Sekda Pemprov Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Kejaksaan Tinggi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, serta Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






