Future Leaders Camp 2025: Tumbuhkan Kepemimpinan Berkarakter dan Berdaya Guna di Era Transformasi

Kabar

31 October 2025 | 19.25 WIB

Future Leaders Camp 2025: Tumbuhkan Kepemimpinan Berkarakter dan Berdaya Guna di Era Transformasi

Jakarta-Semangat Kolaborasi lintas sektor yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali mengemuka dalam rangkaian kegiatan Future Leaders Camp (FLC) 2025 yang digelar di Paragon Community Hub, Jum’at (31/10).

Pada kegiatan ini, 20 mahasiswa terpilih dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, mengikuti forum inspiratif dengan narasumber lintas sektor, berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan muda yang mampu menjawab tantangan era digital dan transformasi industri.

Kepemimpinan Butuh Akal, Amal, Adab, dan Akhlak

Kemdiktisaintek menggandeng ParagonCorp  untuk mengenalkan para peserta dengan kepemimpinan sejati di industri. Kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan berpikir strategis, melainkan juga tentang mengelola hati, nilai, dan tindakan nyata.

“Dalam kepemimpinan, kita perlu empat hal penting: akal, amal, adab, dan akhlak. Akal membantu kita berpikir jernih, amal menuntun kita untuk bertindak, adab menjaga cara kita berinteraksi, dan akhlak menjadi pondasi moral dari semua keputusan yang kita ambil,” ujar Co-Founder ParagonCorp sekaligus CEO NSEI (Part of ParagonCorp), Salman Subakat.

Salman juga menekankan bahwa menjadi pemimpin bukan semata-mata tentang jabatan atau kekuasaan, melainkan tentang bagaimana seseorang dapat memberi makna bagi sesama melalui integritas dan aksi nyata. Filosofi reflektif yang disampaikan Salman, memantik semangat peserta dalam memahami makna integritas dan inovasi.

“Ada yang bilang rezeki bisa di-copy, tapi nggak bisa di-paste. Artinya, kita bisa meniru prosesnya, tapi hasilnya akan berbeda tergantung dari integritas dan niat kita. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah di masa kini dengan solusi masa kini. Tetapi, kita harus menyelesaikan masalah masa kini dengan solusi masa depan itulah yang disebut presencing,” tambah Salman.

Dalam kesempatan ini, para mahasiswa antusias menulis refleksi diri tentang makna jatuh dan bangkit dalam proses menjadi pemimpin muda.

“Kalau pernah jatuh di masa lalu, ingatlah masa lalu itu agar kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri,” ujar peserta FLC perwakilan dari Universitas Nusa Mandiri, Rangga Halla.

Ungkapan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta dan narasumber, menunjukkan kuatnya semangat pembelajaran kolaboratif antarmahasiswa pemimpin muda.

Mengadaptasi Budaya Inovatif dan Nilai Tumbuh di Paragon

Employer Branding ParagonCorp, Kayla Ashilla Putri juga turut membagikan kisah perjalanan ParagonCorp dari awal berdiri hingga menjadi salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia. Kayla menekankan pentingnya nilai perusahaan yang selaras dengan nilai pribadi seseorang.

“Kita perlu mencari perusahaan yang satu value dengan kita. Di Paragon, semua inovasi bebas dilakukan selama output-nya jelas dan kita bertanggung jawab atas hasilnya,” ujar Kayla.

Sesi ini memperkuat pemahaman peserta bahwa kepemimpinan berkelanjutan dan inovasi tidak dapat dipisahkan, serta menuntut keberanian untuk memandang setiap tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi games, dimana para peserta diajak untuk mengembangkan ide kreatif dan inovasi terhadap produk dari ParagonCorp. Kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi para peserta untuk menerapkan secara langsung kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan kolaboratif para calon pemimpin masa depan.

Menumbuhkan Pemimpin Muda yang Berdampak

Dengan mengusung tagline “Diktisaintek Berdampak”, Kemdiktisaintek menegaskan arah strategis bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus menghasilkan manfaat nyata bagi bangsa bukan sekadar kualifikasi akademis, tetapi pemimpin yang berdampak. Program FLC menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.

Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor industri ini semakin memperkuat komitmen Diktisaintek Berdampak untuk memberikan dampak nyata dan mendorong kepemimpinan transformatif di kalangan mahasiswa, agar setiap peserta tidak hanya menjadi pengikut arus, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan positif di lingkungan kampus dan masyarakat. FLC diharapkan dapat melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjawab tantangan global.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang