Wamendiktisaintek Sampaikan Peran Pendidikan Tinggi Vokasi Sebagai Membangun Ekonomi Indonesia

Kabar

13 Agustus 2026 | 18.45 WIB

Wamendiktisaintek Sampaikan Peran Pendidikan Tinggi Vokasi Sebagai  Membangun Ekonomi Indonesia

Yogyakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan bahwa pendidikan tinggi vokasi menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia melalui penyediaan sumber daya manusia terampil yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Talkshow PIONIR PERMADANI 2026 di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), di hadapan ribuan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8).

Dalam paparannya, Wamendiktisaintek mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang untuk membangun kompetensi, memperluas relasi, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat akibat perkembangan teknologi dan dinamika dunia profesional. Menurut Wamen Stella, kemampuan bernalar, belajar, dan berpikir menjadi bekal utama agar lulusan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut.

"Yang paling penting yang kita punya, yang akan bisa menghadapi perubahan apa pun itu perubahannya, adalah kemampuan untuk bernalar, kemampuan untuk belajar, dan kemampuan untuk berpikir. Semuanya menjadi satu, belajar dengan nalar dan pikiran. Saya yakin kalian di Vokasi UGM akan mendapatkan itu seoptimal mungkin," ujar Wamen Stella.

Wamendiktisaintek juga menegaskan pentingnya pendidikan tinggi vokasi sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dengan ekonomi maju menunjukkan bahwa kemajuan industri tidak terlepas dari kuatnya sistem pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja terampil dan sesuai dengan kebutuhan.

"Vokasi adalah masa depan Indonesia. Saya sungguh percaya bahwa melihat keadaan ekonomi saat ini, vokasi adalah kunci yang sangat penting untuk membangun ekonomi Indonesia," kata Wamen Stella.

Lebih lanjut, Wamen Stella menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki dua peran penting dalam pembangunan ekonomi, yakni memimpin pasar melalui riset dan inovasi serta merespons kebutuhan pasar melalui penyediaan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dalam konteks tersebut, pendidikan tinggi vokasi memiliki posisi strategis karena berorientasi pada penguatan kompetensi terapan yang dibutuhkan dunia kerja.

Mengacu pada Tracer Study Kemdiktisaintek, Wamen Stella menyampaikan bahwa tingkat penyerapan lulusan vokasi ke dunia kerja sejak 2020 hingga 2024 berada pada kisaran 77%, lebih tinggi dibandingkan lulusan akademik yang berada pada kisaran 72%. Data tersebut menunjukkan tingginya penyerapan lulusan vokasi di dunia kerja.

Untuk memperkuat relevansi pendidikan vokasi, Kemdiktisaintek terus mendorong penerapan konsep industry match melalui penyelarasan kurikulum, tenaga pengajar, dan infrastruktur pembelajaran dengan kebutuhan industri.

"Di vokasi harus terpenuhi tiga hal, yaitu industry match curriculum, industry match instructors, dan industry match infrastructures. Kurikulumnya, pengajarnya, hingga laboratoriumnya harus benar-benar selaras dengan kebutuhan industri," ujar Wamendiktisaintek Stella.

Untuk mendukung penguatan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, termasuk melalui berbagai kemitraan dengan mitra di Tiongkok. Kolaborasi tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, program magang, pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendiktisaintek Stella juga menjelaskan bahwa digitalisasi dan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu penggerak dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi. AI yang dikembangkan ditujukan sebagai personalized learning coach untuk membantu mahasiswa memetakan kemampuan yang dimiliki, tujuan karier setelah lulus, serta memberikan rekomendasi mata kuliah, sertifikasi, dan keterampilan yang perlu dikembangkan. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari kerja sama pendidikan vokasi yang sedang disiapkan bersama mitra di Tiongkok.

"AI akan memetakan kemampuan yang dimiliki, tujuan karier yang ingin dicapai, lalu memberikan rekomendasi keterampilan, mata kuliah, maupun sertifikasi yang masih perlu dipelajari agar setiap mahasiswa siap memasuki dunia kerja," tegas Wamen Stella. 

Pada kesempatan tersebut, Wamendiktisaintek Stella juga mendorong mahasiswa untuk aktif memanfaatkan berbagai kesempatan belajar di luar ruang kelas, termasuk melalui program magang. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan industri sejak masa kuliah sekaligus memperkuat kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Penguatan pendidikan tinggi vokasi melalui penyelarasan dengan kebutuhan industri, pengembangan kemitraan, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari komitmen Kemdiktisaintek dalam mewujudkan Diktisaintek Berdampak. Melalui berbagai upaya tersebut, perguruan tinggi diharapkan semakin mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak




/

5

Ulas Sekarang