Palangkaraya-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan bahwa riset unggulan perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang akademik semata, melainkan harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Hal ini disampaikan dalam Paparan Riset Unggulan UPR yang digelar bersamaan dengan kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah, Sabtu (13/9).
Dalam arahannya, Wamen Stella menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang ditampilkan UPR, mulai dari digitalisasi pertanian, riset biodiversitas, hingga pengembangan terapi kesehatan. Wamendiktisaintek menilai, ketiga riset tersebut bukan hanya memperkuat kontribusi akademik UPR, tetapi juga menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah. Wamen Stella menekankan bahwa riset tidak boleh dipandang semata sebagai pencapaian akademik. Wamen menilai, publikasi dan pengakuan ilmiah memang penting, tetapi tujuan akhir dari setiap penelitian haruslah menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Riset unggulan seperti ini harus menjadi fondasi pembangunan bangsa. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah, tetapi harus diterjemahkan menjadi inovasi yang dirasakan manfaatnya secara nyata. Dengan intervensi yang tepat, riset bisa memperkuat ketahanan pangan, melestarikan ekosistem gambut tropika, dan bahkan memberikan solusi medis yang lebih efektif. Inilah yang akan membawa kita semakin dekat pada cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujar Wamen Stella.
Selain menyoroti peran riset, Wamen Stella juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, potensi besar Kalimantan Tengah dapat berkembang maksimal bila didukung sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap riset tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi bisa ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan, inovasi industri, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, manfaatnya akan berlipat ganda,” tegas Wamen Stella.
Sejalan dengan pandangan Wamen Stella, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap pengembangan pendidikan tinggi. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian UPR yang dinilai telah menghasilkan riset berorientasi kebutuhan daerah.
“Riset bukan hanya sekadar publikasi, tetapi harus menghadirkan solusi nyata. Kalimantan Tengah memiliki sumber daya alam melimpah, namun sumber daya manusia juga harus didorong agar mampu bersaing, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Kami berharap riset dari UPR dapat menjadi penggerak transformasi,” ujar Edy.
Rektor UPR, Salampak menambahkan bahwa capaian riset dosen dan mahasiswa merupakan hasil dari komitmen universitas dalam membangun budaya akademik yang produktif. Menurutnya, riset unggulan tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi jalan bagi mahasiswa untuk berkontribusi pada masyarakat.
“Universitas Palangkaraya akan terus mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang relevan dengan tantangan zaman. Kami percaya bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai motor penggerak pembangunan, sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk melatih diri menjadi problem solver bagi bangsa,” ujarnya.
Semangat itu juga tercermin dari mahasiswa. Salah satunya ditunjukkan oleh Natalia Purba, Perwakilan Tim Riset Fakultas Kedokteran UPR. Ia menyampaikan bahwa riset yang mereka lakukan bukan semata tugas akademik, melainkan sebuah upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dalam paparannya, Natalia menjelaskan penelitian mengenai terapi kanker payudara berbasis kombinasi metformin dan simvastatin dengan teknologi Smart Nanoparticle Delivery System (SNDS).
Penelitian ini berangkat dari kepedulian terhadap banyaknya kasus kanker yang membutuhkan terapi efektif dengan efek samping minimal. Meski masih berada pada tahap awal, riset tersebut dimaksudkan untuk membuka jalan agar masyarakat di masa mendatang dapat merasakan manfaat nyata, sekaligus memberi kontribusi bagi peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia.
Acara Paparan Riset Unggulan ini menjadi momentum penting bagi UPR dalam menunjukkan kontribusinya bagi pembangunan daerah dan bangsa. Dukungan Pemerintah Daerah serta sinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset yang berdampak nyata, sekaligus menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





