Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) terus memperluas kontribusinya dalam penguatan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia di Aceh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1 Banda Aceh, SMKN 2 Banda Aceh, dan SMKN 3 Banda Aceh, yang berlangsung di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan pola pikir pengelola sekolah dalam mengelola aset negara. Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan tidak boleh dibiarkan pasif, melainkan harus dikelola secara produktif melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan vokasi.
Rektor USK, Prof. Dr. Marwan, menyampaikan bahwa status PTN BH memberikan fleksibilitas strategis bagi USK dalam mengembangkan usaha dan membangun kolaborasi lintas sektor. Saat ini, USK mengelola 15 unit usaha di berbagai bidang serta satu badan hukum perseroan terbatas, yakni PT Global Mandiri USK.
“Sebagai PTN BH, USK memiliki infrastruktur dan ekosistem bisnis yang matang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin SMK di Aceh dapat tumbuh bersama dengan unit-unit usaha USK. Ini menjadi ruang belajar nyata bagi SMK untuk mengelola BLUD secara profesional, kompetitif, dan berorientasi pasar,” ujar Prof. Marwan.
Rektor berharap sinergi tersebut dapat menjadi jembatan bagi produk dan jasa SMK untuk masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas melalui jejaring unit bisnis USK.
Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, Syaifullah Muhammad, menambahkan bahwa USK akan memberikan pendampingan teknis agar produk-produk SMK memenuhi standar industri dan memiliki daya saing di pasar.
Sementara itu, Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjadi mitra komersialisasi aset SMK.
“Kami tidak berhenti pada tataran konsep. Kolaborasi ini langsung menyentuh aksi korporasi. Aset dan potensi SMK yang besar harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sekolah dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Rizalsyah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat link and match antara pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, dan dunia industri di Aceh.
Sebagai PTNBH, USK terus berfokus pada pengembangan inovasi dan kemandirian finansial melalui optimalisasi aset serta hilirisasi riset berbasis 15 unit usaha dan PT Global Mandiri USK, guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Aceh dan nasional secara berkelanjutan.






