UBBG Perduli, Secercah Harapan di Tengah Kemelut Korban Banjir Bandang Aceh

Kampus Kita

22 December 2025 | 00.00 WIB

UBBG Perduli, Secercah Harapan di Tengah Kemelut Korban Banjir Bandang Aceh

UBBG Perduli, Secercah Harapan di Tengah Kemelut Korban Banjir Bandang Aceh   Bencana hidrometeorologi berupa banjir badang  yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyisakan duka yang mendalam. Aceh merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana ini. Banjir bandang telah meluluhlantakkan pesisir timur dan wilayah tengah Aceh. Hal inilah yang menggerakkan nurani banyak pihak, tidak terkecuali civitas akademika UBBG. Sejak bencana terjadi, mereka langsung tanggap dengan membentuk Satgas Tanggap Darurat Kebencanaan (STDK) Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) yang diketuai oleh Ns. Eridha Putra, S.Kep., M.Kep.   Satgas Tanggap Darurat Kebencanaan UBBG  bergerak cepat dengan membuka  membuka posko open donasi Dana Amal UBBG sejak awal Desember 2025. Tim  menerima bantuan berupa uang tunai dan sembako. Mahasiswa UBBG juga tidak kalah gesit, mereka bergerak menggalang dana ke tempat keramaian seperti di jalan raya, warung kopi, pertokoan, dan lain sebagainya. Seluruh dana dan barang bantuan yang terkumpul didistribusikan secara langsung ke wilayah terdampak di antaranya Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara serta akan menyusul juga wilayah lainnya seperti Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Tidak hanya bantuan sembako, tim UBBG juga mengirimkan  relawan medis dan obat-obatan  ke Pidie Jaya. Hal tersebut atas permintaan langsung Bupati Pidie Jaya H. Syibal Malasyi, M.A. Tim relawan medis UBBG langsung berangkat  ke Pidie Jaya, Selasa (9/12/2025). Perjalanan menuju lokasi bukanlah piknik menyenangkan, mereka melewati medan yang rumit. Beberapa ruas jalan masih tergenang air dan berlumpur akibat banjir. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam kendaraan dipenuhi dengan diskusi singkat tentang pembagian tugas, harapan, serta doa agar kegiatan berjalan lancar dan bermanfaat bagi warga terdampak.   Saat tiba  di tempat pengungsian, tim UBBG Peduli disambut  warga  dengan antusias. Mereka sangat menanti uluran tangan relawan. Wajah lelah dan duka tampak jelas, namun kehadiran mahasiswa membawa sedikit harapan dan senyum.   Mahasiswa turun langsung ke tenda-tenda pengungsian untuk memberikan bantuan medis secara merata. Dalam proses pembagian, terjalin interaksi hangat antara mahasiswa dan warga. Banyak warga yang menyampaikan rasa terima kasih dan menceritakan kronologi banjir bandang yang datang secara tiba-tiba, merusak rumah dan menghanyutkan barang-barang berharga mereka. Tim relawan dibagi dua kelompok menempati dua Puskesmas paling berdampak banjir di Pidie Jaya yakni Puskesmas Meureudu dan Puskesmas Meurah Dua. Bersama tim medis Pidie Jaya, mereka berjibaku dengan waktu untuk mengobati warga yang terdampak banjir.   Tidak hanya di Pidie Jaya, tim UBBG juga berangkat ke Bireuen. Selain memberikan bantuan sembako, mereka juga menghibur  anak-anak korban banjir dengan cerita-cerita motivasi dan bermain bersama. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan secara psikologis akibat bencana. Tim UBBG Peduli mengadakan berbagai permainan, bernyanyi bersama, menggambar, dan bercerita. Tawa dan keceriaan anak-anak perlahan kembali terlihat, meskipun mereka masih berada di lingkungan pengungsian.   Mahasiswa juga meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak-anak, tentang ketakutan mereka saat air datang, tentang rumah dan sekolah yang terendam, serta tentang harapan mereka untuk kembali belajar dan bermain seperti sediakala. Kegiatan ini menjadi bentuk simpati dan trauma healing, agar anak-anak merasa diperhatikan dan tidak sendirian menghadapi kondisi sulit.

Tim UBBG juga mengirimkan relawan medis ke Aceh Utara, Rabu (17/12/2025). Mereka  disambut antusias warga. Di sana, relawan tidak hanya menyembuhkan luka fisik tetapi juga luka psikis dengan menghibur korban yang mengalami trauma. Mahasiswa duduk bersama warga, mendengarkan curatan hati mereka. Ada yang kehilangan rumah, ada pula yang kehilangan mata pencaharian. Cerita-cerita tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa tentang arti syukur dan pentingnya kepedulian sosial. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi para korban banjir. Di bawah tenda sederhana mereka  mendapatkan pelajaran  berharga  tentang ketegaran dan ketabahan, mereka merasakan langsung bagaimana sulitnya hidup dalam kondisi darurat: udara dingin, alas tidur seadanya, dan keterbatasan fasilitas.

Ketua Satgas Kebencanaan Ns. Eridha Putra, S.Kep., M.Kep., menyampaikan terima kasih kepada semua donatur dan relawan yang terlibat pada program UBBG Perduli. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi semua yang terlibat. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan tentang kepedulian dan empati, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat.   “Kehadiran, perhatian, dan tindakan nyata kita dapat memberikan arti besar bagi saudara kita yang ditimpa musibah. Uluran tangan kita sangat berarti bagi mereka. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,”ujarnya.

Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si.,M.Si menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap korban banjir. Ini atas isiatif mereka sendiri tanpa ada yang meminta. Nurani mereka tergerak untuk membantu sesama. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UBBG mempunyai karakter yang sangat mulia.   “Saya berharap mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan dan menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan sosial di masyarakat. Semangat UBBG Peduli akan terus hidup, seiring dengan komitmen mahasiswa untuk hadir dan membantu sesama di saat dibutuhkan,”ujarnya.   UBBG Perduli bukan sekedar memberikan bantuan dan mengirim relawan, namun yang paling penting adalah bisa memetik pelajaran berharga dari bencana serta menumbuhkan inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk selalu memberikan secercah harapan kepada sesama, merangkul yang tertatih dengan penuh kasih, menggenggam  tangan yang lemah dengan penuh cinta, karena luka mereka adalah duka kita semua. Mari bangkit dan berdoa semoga Aceh lekas pulih.

DiktisaintekBerdampak

BencanaSumatera

lldikti13

ubbg

/

5

Ulas Sekarang