Wamendiktisaintek: Pendidikan Tinggi Perlu Beradaptasi terhadap AI

Kabar

23 May 2026 | 18.30 WIB

Wamendiktisaintek: Pendidikan Tinggi Perlu Beradaptasi terhadap AI

Tangerang Selatan–Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menuntut dunia pendidikan tinggi untuk beradaptasi secara strategis. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, perlu dipastikan untuk menjadi alat yang memberi manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional, bukan sebaliknya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, dalam Seminar Pendidikan bertema “Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI” di Universitas Prasetiya Mulya, Sabtu (23/5).

Dalam paparannya, Wamen Stella menegaskan bahwa perkembangan AI perlu dipandang secara kritis dan strategis. Menurutnya, diskusi mengenai AI tidak seharusnya hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

“AI harus berguna untuk Indonesia. Jangan sampai kita terlalu sibuk berbicara mengenai AI, tetapi pada akhirnya justru manusialah yang melayani AI, bukan AI yang melayani manusia,” ujar Wamen Stella.

Wamen Stella juga menyoroti fenomena yang terjadi di berbagai negara, termasuk menurunnya kebutuhan terhadap beberapa jenis pekerjaan yang sebelumnya dianggap sangat menjanjikan. Menurutnya, perubahan ini menunjukkan bahwa penguasaan kemampuan teknis semata tidak lagi cukup untuk menghadapi dinamika pasar kerja di era AI.

Wamendiktisaintek mengutip berbagai hasil survei global yang menunjukkan bahwa keterampilan yang paling dibutuhkan dunia kerja ke depan bukan hanya kemampuan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan adaptif.

“Kemampuan seperti creative thinking, analytical thinking, resilience, leadership, kemampuan belajar sepanjang hayat, dan berpikir sistematis justru menjadi keterampilan yang paling dicari,” tutur Wamen Stella.

Temuan tersebut menjadi refleksi penting bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Selain peluang, Wamen Stella juga memaparkan sejumlah tantangan yang muncul akibat perkembangan AI. Dengan mengidentifikasi sedikitnya empat dimensi tantangan utama, yaitu meningkatnya risiko pengangguran, ancaman terhadap keamanan siber, meningkatnya penyebaran disinformasi, serta potensi memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi.

Menyoroti posisi Indonesia yang saat ini masih lebih dominan sebagai pengguna teknologi AI dibandingkan pengembang teknologi tersebut. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan yang perlu direspons melalui penguatan ekosistem riset, inovasi, serta kolaborasi strategis.

Seminar ini menjadi ruang diskusi bagi kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk membahas strategi adaptasi menghadapi perkembangan AI yang terus berkembang pesat, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif di masa depan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang