MANGGARAI TIMUR — Respons terhadap masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur terus diperkuat melalui kolaborasi mahasiswa, mitra lokal, dan mitra internasional. Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 117 bersama Agam Rinjani dan mitranya dari Brasil, Bruno Tavarez, bergerak di Manggarai Timur dan Nagekeo pada 23–25 Agustus 2026.
Respons tersebut tidak hanya berupa penyaluran bantuan logistik, tetapi juga mencakup pemetaan kebutuhan, dukungan kesehatan, psikososial, serta layanan water, sanitation, and hygiene (WASH).
Di Manggarai Timur, mahasiswa Unhas Muhammad Aflahal Mukmin dari Ilmu Hubungan Internasional dan Lantar Maulana Anugerah Daiva dari Pendidikan Dokter turun langsung bersama Agam Rinjani dan Bruno Tavarez. Tim menyisir sejumlah lokasi, di antaranya Gongger Bawah, Satarteu, Ronting, Desa Dampek, hingga Puskesmas Dampek, untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan bantuan yang dibutuhkan di masing-masing lokasi agar dukungan yang diberikan lebih tepat sasaran. Pada saat yang sama, mahasiswa KKN-TB tetap menjalankan respons kemanusiaan di wilayah Satar Padut dan Satar Punda, Manggarai Timur.
Respons juga diperluas ke Kabupaten Nagekeo pada 24–25 Agustus. Agam Rinjani dan Bruno Tavarez membawa berbagai kebutuhan dasar, seperti terpal, tikar, selimut, obat-obatan, dan bahan makanan untuk masyarakat terdampak.
Tantangan akses menjadi salah satu perhatian dalam operasi lapangan. Untuk mendukung mobilitas mahasiswa menuju desa dan titik layanan yang sulit dijangkau, Bruno Tavarez menyediakan dua unit sepeda motor bagi Tim KKN Unhas.
Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai sumber daya dan peran. Mitra mendukung dari sisi logistik, pendanaan, jejaring, serta informasi lapangan, sementara mahasiswa Unhas menjadi bagian dari pelaksana yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi tim KKN-TB Unhas, bantuan pascabencana bukan sekadar tentang apa yang diberikan, tetapi juga bagaimana memastikan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari pemetaan hingga aksi, mahasiswa hadir untuk menghubungkan orang, sumber daya, dan tindakan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih kuat.
Semangat tersebut terangkum dalam misi KKN Tematik Tanggap Bencana Unhas Gelombang 117: “Connecting people, resources, and action for recovery.”





