Serang - Tim Sobat Bumi PF11 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) yang merupakan penerima beasiswa Pertamina berhasil melaksanakan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang fokus pada Pengoptimalan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung UMKM di Desa Curug Agung, Kecamatan Baros, Serang-Banten. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah optimalisasi PLTS yang sebelumnya kurang maksimal di desa tersebut dan memberikan manfaat energi terbarukan (EBT) yang lebih luas kepada masyarakat.
Desa Curug Agung telah memiliki PLTS dari program DEB sejak tahun 2024. Namun, pemanfaatan PLTS tersebut belum optimal serta kurangnya energi sumber dari PLTS. Padahal, desa ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan (52,93%), dan kerajinan industri (2,62%).
Melihat kondisi ini, Tim Sobat Bumi UNTIRTA merancang program keberlanjutan guna mengedukasikan serta mengefisiensikan terkait potensi PLTS kepada masyarakat. Tujuan spesifik program ini adalah penambahan PLTS sebesar 1 kWp, optimalisasi PLTS guna meningkatkan akses air bersih, mendukung produktivitas UMKM, menyediakan penerangan jalan utama, dan menciptakan lingkungan yang mandiri energi serta berkelanjutan.
Program ini berdampak langsung ke 60 kepala keluarga yang menggunakan fasilitas akses air bersih dari desa, serta tiga UMKM, yaitu UMKM Santan Kelapa, UMKM Lembur Aing (Steam Motor), dan UMKM Peternakan Bebek.
Implementasi DEB Sobat Bumi ini telah menunjukkan dampak nyata di Desa Curug Agung. Program ini berhasil menambahkan instalasi PLTS sebesar 1 kWp. Pemanfaatan EBT dari PLTS ini dialirkan untuk mendukung pompa air bersih bagi masyarakat, penerangan jalan utama desa, serta pengaliran listrik ke UMKM Lembur Aing.
Dampak finansial yang dihasilkan terasa di masyarakat, terutama dalam aspek efisiensi dan penghematan biaya. Penggunaan EBT untuk lampu penerangan jalan dan pompa air dapat menghasilkan penghematan biaya listrik bulanan sekitar Rp 118.000, dengan total penghematan tahunan mencapai Rp 1.416.817. UMKM Santan Kelapa berhasil melipatgandakan pendapatannya dari Rp 2.000.000 menjadi Rp 4.000.000 per bulan. UMKM Lembur Aing juga terdapat peningkatan pendapatan dari Rp 750.000 menjadi Rp 1.500.000 dan berhasil menghemat sekitar 90% biaya energi operasional yang sebelumnya menggunakan bahan bakar bensin. Sementara itu, UMKM Peternakan Bebek mengalami kenaikan pendapatan dari Rp 1.500.000 menjadi Rp 3.000.000 per bulan.
Tidak hanya tim Sobat Bumi, program ini melibatkan beberapa masyarakat yang menjadi Local Hero di Desa Curug Agung. Manfaat program ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam kemudahan akses air bersih dan efisiensi anggarannya. Kualitas hidup dan keamanan masyarakat juga meningkat sejak adanya beberapa penerangan jalan lampu PLTS di sekitar wilayah desa dan jalan utama. “Alhamdulillah, berkat penerangan jalan dari PLTS ini warga merasa aman dan nyaman. Pengeluaran biaya untuk air bersih juga terbantu” Ujar ibu Siti, Local Hero Desa Curug Agung.
UMKM Lembur Aing (Steam Motor), UMKM milik pemuda desa, yang kini menggunakan mesin steam listrik berbasis PLTS juga merasakan dampaknya. “Mesin steam yang baru ini menghemat sekali. Dulu pakai bensin, untungnya tipis. Sekarang, biaya operasional hampir nggak ada dan uangnya bisa kita pakai buat bantu-bantu acara desa.” Ujar Pak Sujai, Local Hero Desa Curug Agung.






