Bogor–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendukung peningkatan taraf hidup rakyat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, serta jajaran pejabat Kemdiktisaintek lainnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat (2/2).
Gelaran bertajuk Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas Tahun 2045, dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dan turut dihadiri oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan pentingnya Rakornas dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dalam isu strategis serta menjembatani kebijakan dengan pelaksanaan riil di lapangan.
“(Forum) ini merupakan kesempatan yang baik, saya bisa bertemu langsung dengan hampir semua elemen pemerintahan Indonesia. Kita sebagai pemerintah, dari tingkat pusat hingga yang terdekat dengan rakyat, harus paham benar peran dan tugas kita,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden RI juga menekankan pentingnya untuk menjadi pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang adil, jujur, dan bekerja hanya untuk kepentingan rakyat. Hal inilah yang dianggap merupakan keinginan bangsa Indonesia.
Rakornas ini dihadiri oleh sekitar 4.011 orang dari pemerintahan pusat, pemimpin daerah tingkat provinsi, serta pemimpin daerah tingkat kabupaten, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.
“Tahun ini juga merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang merupakan penjabaran dari visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Keberhasilan akan dicapai di tahun 2026 dengan gerak langkah yang sama dan tepat antara pemerintah pusat dan daerah,” jelas Mendagri.
Salah satu bentuk kolaborasi Kemdiktisaintek dengan pemerintah daerah sekaligus salah satu program prioritas Presiden dan Wakil Presiden RI adalah Sekolah Garuda. Sebanyak 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru telah dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, memastikan terjadinya keseimbangan akses pendidikan berkualitas untuk membangun masa depan bangsa yang unggul dan berdaya saing global.
Selain itu, respons tanggap darurat bencana dan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat turut menjadi sorotan. Respons pemerintah menjadi contoh nyata kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah yang tak terpisahkan. Dalam hal ini, program Kemdiktisaintek yang diluncurkan terkait penanggulangan bencana ini antara lain Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana serta Mahasiswa Berdampak melibatkan kolaborasi erat dengan perguruan tinggi, mahasiswa, dan terutama pemerintah daerah.
Melalui forum Rakornas ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kemdiktisaintek memandang kolaborasi lintas tingkat pemerintahan sebagai kunci agar setiap program strategis dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi mewujudkan pembangunan manusia Indonesia yang inklusif dan berdaya saing.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






