UNDIP, Yogyakarta (15/9) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kampus berkelanjutan dengan mempertahankan peringkat kedua dalam Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan Nasional pada UI GreenMetric Sustainable University Rankings (UIGM SUR) Indonesia 2026. Capaian ini sekaligus memperkuat konsistensi UNDIP dalam pemeringkatan UIGM SUR Indonesia. Sejak 2020 hingga 2026, UNDIP telah tujuh kali berturut-turut menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan.
Pengumuman dan Penganugerahan UIGM SUR Indonesia 2026 berlangsung di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UI GreenMetric dengan UGM sebagai tuan rumah tersebut dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi peserta UIGM SUR Indonesia 2026.
Selain mempertahankan peringkat kedua nasional, UNDIP juga meraih penghargaan perguruan tinggi paling berkelanjutan pada bidang Energi dan Perubahan Iklim serta Transportasi.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur di lingkungan UNDIP. Menurutnya, mempertahankan posisi kedua secara nasional bukan hal yang mudah karena membutuhkan konsistensi dari berbagai unit di universitas.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa mempertahankan peringkat kedua. Saya rasa ini tidak mudah. Capaian ini merupakan kerja luar biasa dari Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global, teman-teman di rektorat, unit, fakultas, departemen, program studi, serta seluruh keluarga besar Universitas Diponegoro,” ujar Prof. Suharnomo.
Lebih dari sekadar pencapaian dalam pemeringkatan, Prof. Suharnomo menegaskan bahwa keberlanjutan perlu menjadi bagian dari keseharian seluruh insan UNDIP.
“Kita tidak hanya ingin ini sekadar mendapatkan juara dua. Kita ingin keberlanjutan ini terinternalisasi dan menjadi bagian dari seluruh insan Universitas Diponegoro. Kita ingin ini menjadi gaya hidup yang green untuk menuju sustainability ke depan,” jelasnya.
Berbagai langkah telah dilakukan oleh UNDIP untuk memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus. Salah satunya melalui deklarasi UNDIP Zero Waste sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pada aspek transportasi, UNDIP juga melakukan penguatan melalui pengadaan 220 unit E-Bike UNDIP. Kehadiran kendaraan listrik tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong sistem transportasi kampus yang lebih berkelanjutan.
“Tahun lalu kita mendeklarasikan UNDIP Zero Waste. Tahun ini kita memperbaiki transportasi dengan adanya 220 E-Bike UNDIP. Saya rasa ini menjadi gebrakan bagi kita,” kata Prof. Suharnomo.

Ke depan, UNDIP akan terus mengembangkan program keberlanjutan dengan mengacu pada indikator dan arahan UI GreenMetric. Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk mempertahankan capaian dalam pemeringkatan, tetapi juga untuk memastikan praktik keberlanjutan semakin melekat dalam kehidupan akademik dan tata kelola kampus. “Tahun depan, mudah-mudahan dengan mengacu pada arahan UI GreenMetric, kita dapat menghadirkan gebrakan baru lagi untuk tetap mempertahankan posisi ini, lebih-lebih bisa naik ke peringkat satu. Mudah-mudahan, meskipun itu sangat susah dan sulit, yang paling utama adalah ini menjadi gaya hidup bagi kita untuk menjamin sustainability,” pungkasnya. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)







