Research and Innovation Day 2025: Bangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Inovasi Perguruan Tinggi

Kabar

31 October 2025 | 16.36 WIB

Research and Innovation Day 2025: Bangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Inovasi Perguruan Tinggi

Malang–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri sebagai kunci memperkuat kemandirian ekonomi berbasis inovasi. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam sambutannya di gelaran Research & Innovation Day 2025, Universitas Brawijaya (UB), Jumat (31/10).

“Perguruan tinggi adalah tempat berkumpulnya sumber daya manusia unggul. Karena itu, kampus harus menggandeng industri agar riset dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi menjadi produk yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Research and Innovation Day 2025 menyorot wirausahawan di bidang kecantikan (beautypreneurs) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis sains dan riset. Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UB dan sejumlah mitra industri untuk memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi hasil riset.

Menteri Brian menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat mutlak bagi Indonesia untuk bersaing di pasar global. Ia mengingatkan bahwa berbagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia lahir dari kampus yang memiliki kekuatan riset dan inovasi yang kokoh.

Menteri Brian juga mengapresiasi inovasi di bidang kecantikan yang diinisiasi oleh para peneliti dan pelaku industri nasional. Menurutnya, produk kosmetik Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional karena berbasis pada kekayaan alam dan karakter masyarakat tropis yang unik.

“Produk Indonesia seharusnya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Industri kecantikan kita punya potensi besar karena berbasis riset dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Menteri Brian.

Ekosistem Riset yang Terhubung dengan Pasar

Menteri Brian kemudian menyampaikan pentingnya membangun ekosistem riset yang terhubung dengan pasar, di mana kampus dan industri saling memperkuat. Ketika keduanya berkolaborasi dengan optimal, dipercaya akan muncul produk yang berdaya saing tinggi.

“Mari kita lahirkan lebih banyak inovasi dari kampus yang tidak hanya berhenti di ide, tapi menjadi karya nyata yang mengharumkan nama bangsa,” kata Menteri Brian.

Menanggapi Mendiktisaintek, Rektor UB, Widodo menyampaikan bahwa UB terus memperkuat komitmen menjadi Kampus Berdampak, sesuai visi Kemdiktisaintek. Hal inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya Research and Innovation Day 2025.

“Kami berupaya agar penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi dapat memberikan nilai ekonomi melalui kerja sama dengan industri,” sebut Rektor Widodo.

Kemdiktisaintek terus mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mengembangkan riset terapan dan inovasi yang berdampak dan berorientasi masyarakat, termasuk melalui dukungan pendanaan dan penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri serta pemerintah.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang