Di Manokwari, Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Kolaborasi Pemda dan Pemangku Kepentingan Majukan Daerah

Kabar

24 August 2025 | 08.54 WIB

Di Manokwari, Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Kolaborasi Pemda dan Pemangku Kepentingan Majukan Daerah

Manokwari-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, jumlah perguruan tinggi di Papua Barat hanya ada 2 perguruan tinggi negeri dan 9 perguruan tinggi swasta dengan total dosen sebanyak 214 orang. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) di Papua Barat berada pada 27,52 persen, dengan rata-rata nasional sebesar 32 persen. 

Di sisi lain, data BPS per Februari 2025 menunjukan, tingkat pengangguran terbuka di Papua Barat sebesar 4,21 persen atau 295.161 orang, meningkat 0,08 persen dari data per Agustus 2024. Oleh karena itu, akses, mutu, relevansi, dan dampak menjadi ruang yang perlu digalakkan.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan mengupayakan kebermanfaatan pendidikan tinggi di wilayah Papua Barat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara peresmian Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB), Sabtu (23/8).

“Melalui transformasi ini, diharapkan akan perubahan tata kelola hingga perubahan ekosistem dalam rangka membangun resonansi kebermanfaatan, terutama di wilayah di Papua Barat. Ini memang tidak mudah, tetapi ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan menuju perbaikan,” tegas Wamen Fauzan.

Ia menjelaskan, Kemdiktisaintek yang dipimpin Prof. Brian Yuliarto telah mencanangkan kolaborasi strategis yang disebut Diktisaintek Berdampak. Program ini merupakan wujud implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia, terobosan di bidang sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan bangsa dan menjaga daya saing Indonesia di tengah perkembangan global.

Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi khususnya di Papua Barat. “Kami berharap perguruan tinggi bisa berkolaborasi dalam perjalanannya, memberikan pendampingan dalam memecahkan masalah daerah. Kampus adalah bagian dari ekosistem sosial, pembuat peradaban baru dalam menyelesaikan masalah dengan pendekatan sains dan teknologi,” ungkap Wamen Fauzan. 

Senada hal itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengapresiasi perubahan status Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Manokwari menjadi UMPB berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 560/B/0/2025 sebagai pusat lahirnya generasi muda yang kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wilayahnya. Gubernur Dominggus juga mendorong kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan.

“Dengan dukungan pihak pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen pendidikan, UMPB akan menjadi pusat keunggulan akademik, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini adalah simbol komitmen bersama untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Gubernur Dominggus.

Lebih lanjut, Gubernur Dominggus menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemdiktisintek yang telah memberikan banyak perhatian kepada Provinsi Papua Barat. “Saya berterima kasih kepada kementerian pendidikan tinggi, sain, dan teknologi, karena sudah memberikan perhatian yang besar kepada kami di Papua Barat, hal ini ditandai dengan intensitas kunjungan yang sering dari kementerian untuk melihat dan membantu generasi untuk maju,” pungkasnya. 

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang