Ratusan Peserta dari Puluhan Perusahaan Meriahkan Ajang Anugerah EPSA UNDIP 2026

Kampus Kita

27 Agustus 2026 | 21.00 WIB

Ratusan Peserta dari Puluhan Perusahaan Meriahkan Ajang Anugerah EPSA UNDIP 2026

UNDIP, Semarang (27/8) – Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menggelar penganugerahan Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 di Suri Ballroom, Semarang, pada Kamis (27/8). Sebanyak 151 peserta dari 48 perusahaan berskala nasional, seperti PLN dan Pertamina, turut terlibat dalam kegiatan ini, menunjukkan keseriusan industri dalam menjaga komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Ajang ini bertujuan memastikan komitmen industri untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang semakin menghadapi tantangan kompleks, seperti perubahan iklim, pencemaran, keterbatasan sumber daya, hingga krisis energi.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di dunia industri. Menurutnya, konsep ini merupakan kerangka kerja yang digunakan perusahaan dan investor untuk mengukur dampak keberlanjutan serta etika bisnis di luar aspek keuangan semata dan menjadi salah satu standar dalam pengelolaan perusahaan di Indonesia, terutama dalam mendorong semangat perubahan yang berorientasi pada pelestarian bumi.

“Climate change itu nyata, pemanasan global itu nyata. Karena itu, komitmen terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.” Rektor mengapresiasi penyelenggaraan EPSA 2026 oleh Departemen Teknik Lingkungan FT UNDIP. “Harapannya, ke depan ajang ini tidak hanya berlangsung secara nasional, tetapi juga regional, terutama di ASEAN atau Asia Pasifik,” katanya.

“Mudah-mudahan ke depan, ajang ini dapat menjadi bentuk penghargaan yang semakin berbeda dan memiliki karakter tersendiri, khususnya dalam penerapan prinsip ESG. Saya rasa, ajang ini juga dapat berperan lebih aktif dalam memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan untuk menghasilkan yang terbaik bagi lingkungan,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Edward Nixon Pakpahan, serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah, Dwi Haryanto, yang turut mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami juga mendukung dunia usaha untuk melakukan perbaikan kinerja. Kita lihat di Indonesia, industri terus berbenah melaksanakan kegiatan berwawasan lingkungan, green business, dan green industry,” urai Edward Nixon Pakpahan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNDIP, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa disiplin ilmu keteknikan memegang peran kunci dalam mendorong transformasi pembangunan berbasis rekayasa yang ramah lingkungan. “Solusi harus lahir dari inovasi teknologi dan rekayasa yang berpihak pada keberlanjutan,” ujarnya.

Prof. Jamari juga mengharapkan agar EPSA, yang telah konsisten diselenggarakan sejak tahun 2023, dapat terus berkembang dari ajang tingkat nasional menuju skala regional di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Ketua Departemen Teknik Lingkungan UNDIP, Dr. Ir. Budi Prasetyo Samadikun, S.T., M.Si., IPU, ASEAN Eng., menegaskan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi teknologi dalam mengatasi persoalan lingkungan saat ini. Ia menekankan bahwa hasil riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti hanya di ranah akademik semata.

“Diperlukan kolaborasi yang erat dengan dunia industri agar pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan serta permasalahan nyata di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa integrasi antara pengalaman serta sumber daya industri dengan keahlian riset dari perguruan tinggi akan melahirkan solusi yang inovatif, praktis, dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat serta ekosistem.

“Dengan ilmu pengetahuan sebagai landasan, riset sebagai penggerak, inovasi sebagai solusi, dan kolaborasi sebagai kekuatan, kita dapat bersama-sama menjawab tantangan lingkungan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Penerapan berbagai solusi nyata tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mendorong terciptanya lapangan kerja hijau (green jobs). Penyelenggaraan EPSA 2026 secara langsung mengakselerasi pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (Komunikasi Publik/UNDIP)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Ulas Sekarang