PSDA UTM dan Palacký University Olomouc Bahas Potensi Mangrove sebagai Karbon Biru

Kampus Kita

19 September 2026 | 00.00 WIB

PSDA UTM dan Palacký University Olomouc Bahas Potensi Mangrove sebagai Karbon Biru

BANGKALAN, 19 September 2026 — Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSDA) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan studi lapang bersama mahasiswa Palacký University Olomouc, Republik Ceko, Sabtu (19/9).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Taman Labuhan Mangrove Jung Koneng, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, tersebut mengangkat tema “Akar Kehidupan: Potensi Ekosistem Mangrove dalam Penyerapan Karbon Biru Dunia.” Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran ekosistem mangrove dalam penyerapan karbon biru (blue carbon) serta pentingnya konservasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir.

Kegiatan diikuti mahasiswa Palacký University Olomouc bersama mahasiswa Program Magister dan Doktor PSDA UTM. Selain menjadi bagian dari pembelajaran lapangan, kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa internasional dalam bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai ekosistem mangrove, stok karbon, serta upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Materi disampaikan oleh Moch. Arief Rachman, S.Pi., M.Si., Penyuluh Perikanan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia sekaligus alumnus Program Studi S2 PSDA UTM.

Tidak berhenti pada pemaparan materi, peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan lapangan. Mahasiswa melakukan pemetaan kawasan, observasi jenis mangrove, pengenalan metode pengukuran stok karbon, serta praktik rehabilitasi melalui penanaman bibit mangrove.

Kegiatan lapangan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kondisi ekosistem pesisir sekaligus melihat penerapan konsep pengelolaan lingkungan secara nyata. Penanaman mangrove juga menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan kawasan pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Koordinator Program Studi S3 PSDA UTM, Dr. Apri Arisandi, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PSDA UTM dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki perspektif internasional.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PSDA untuk mendorong riset dan pengabdian yang berdampak, sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada mitra akademik internasional,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan mangrove dapat menjadi ruang pembelajaran yang strategis karena mahasiswa dapat menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bangkalan, Mohammad Ya’qub. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dan mitra internasional dalam kegiatan lingkungan dapat mendukung penguatan perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir di Kabupaten Bangkalan.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa S3 PSDA UTM menyampaikan bahwa kegiatan bersama mahasiswa Palacký University Olomouc memberikan pengalaman akademik yang berbeda. Interaksi selama studi lapang membuka kesempatan untuk bertukar perspektif mengenai metode penelitian, pengelolaan mangrove, serta potensi karbon biru dalam konteks lingkungan global.

Bagi Moch. Arief Rachman, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali berkontribusi kepada almamater. Sebagai alumnus S2 PSDA UTM, ia berbagi pengalaman praktis dan perspektif kebijakan di bidang kelautan dan perikanan, khususnya dalam upaya perlindungan ekosistem pesisir.

Melalui kegiatan ini, PSDA UTM terus memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Balai Taman Labuhan Mangrove Jung Koneng juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai ruang pembelajaran dan penelitian lapangan yang mendukung edukasi serta konservasi sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

 

/

5

Ulas Sekarang