Aceh–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama perguruan tinggi melakukan pemantauan perkembangan penanganan dampak banjir dan banjir bandang yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra. Berbagai perguruan tinggi telah menjalankan langkah-langkah strategis yang mencerminkan pelaksanaan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak” sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana, Kamis (11/12).
“Gerak cepat kampus dalam merespons situasi bencana menjadi bukti bahwa kampus bukanlah menara gading, namun ruang kolaborasi yang mampu menjawab tantangan masyarakat sekitar,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.
Di Aceh, Universitas Muslim Indonesia (UMI) menurunkan Tim Bantuan Medis ke Aceh Tamiang. Tim tersebut ditempatkan di Kota Lintang Bawah untuk memberikan layanan kesehatan darurat, pemeriksaan umum, distribusi obat-obatan, serta edukasi kesehatan bagi warga setempat.
Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengoperasikan posko medis di Pidie Jaya untuk memberikan layanan kesehatan dalam kondisi fasilitas setempat yang masih terbatas. Universitas Almuslim (Umuslim) di Bireuen menyelenggarakan layanan dapur umum, bantuan kesehatan dasar, pengelolaan logistik, dan kegiatan trauma healing bagi keluarga terdampak banjir.
Universitas Malikussaleh (Unimal) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke Sawang, Aceh Utara. Himatansi Unimal bersama BEM FTIK Universitas Semarang juga mengirimkan sembako, obat-obatan, dan pakaian ke sejumlah titik terdampak lain. Universitas Bumi Persada (UNBP) melaksanakan kegiatan evakuasi, pemeriksaan kesehatan, dan pendampingan psikososial bersama IPKJI serta Dinas Kesehatan Aceh untuk mendukung kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Di Aceh Barat, mahasiswa Papua dari Universitas Teuku Umar (UTU) memberikan dukungan donasi sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat setempat. Adapun Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal menyalurkan bantuan logistik dan pakaian layak pakai ke Kampung Jabi-Jabi dan Sigrun di Subulussalam untuk menjangkau masyarakat yang terdampak di wilayah perbatasan.
Di Sumatra Utara, Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Kedokteran mendirikan posko medis di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang. Posko ini dioperasikan oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), perawat, dan tenaga teknis dengan layanan dominan untuk keluhan infeksi saluran pernapasan. Operasional posko dijadwalkan berlangsung hingga awal 2026 untuk memastikan pendampingan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Desa Jati Sari, Kabupaten Langkat melalui aktivitas menggambar, bernyanyi, dan permainan edukatif. Tim Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unimed juga mendistribusikan 500 paket sembako ke enam wilayah terdampak dan melakukan asesmen lanjutan guna memetakan kebutuhan masyarakat.
Di Sumatra Barat, Universitas Negeri Padang (UNP) melalui UNP Charity mengoordinasikan pengumpulan dan penyaluran logistik untuk masyarakat terdampak banjir. Tim Relawan UNP Peduli Bencana menjangkau Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, menggunakan ponton untuk memastikan bantuan dapat diterima warga di daerah yang sempat terisolasi. Menwa UNP turut membantu prosesi pemakaman korban bencana bersama TNI dan Polri sehingga penanganan jenazah berjalan tertib dan sesuai prosedur kemanusiaan.
Kemdiktisaintek memastikan bahwa berbagai langkah penanganan yang dilakukan perguruan tinggi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berlangsung secara terkoordinasi dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup layanan kesehatan, pendampingan psikososial, distribusi logistik, serta pemulihan kondisi sosial masyarakat terdampak bencana.
Melalui serangkaian kegiatan ini, perguruan tinggi menjalankan peran strategis sebagai bagian dari sistem penanganan darurat dan pemulihan pascabencana, sebagaimana diarahkan dalam kebijakan “Diktisaintek Berdampak”.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





